7.topone.id – Suasana tepian Danau Singkarak di Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Kamis (9/10/2025) sore, tampak semarak dan penuh warna. Ribuan warga dan wisatawan tumpah ruah menyaksikan pembukaan Festival Lima Danau 2025, ajang pariwisata unggulan Kabupaten Solok yang digelar selama tiga hari, 9–11 Oktober 2025.
Festival yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini secara resmi dibuka oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, SH, diiringi sambutan meriah masyarakat dan dentuman musik tradisional yang menggema di tepian danau.
Gaung Pariwisata Solok Menggema
Mewakili Gubernur Sumatera Barat, Kepala Bapenda Sumbar, Syefdinon, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Lima Danau. Ia menilai kegiatan ini memiliki dampak strategis bagi penguatan daya tarik wisata di Sumatera Barat.
“Hingga saat ini, kunjungan wisata ke Sumatera Barat telah mencapai 70 persen dari target 20 juta kunjungan. Kita berharap gaung Festival Lima Danau menggema hingga ke tingkat nasional dan internasional,” ujar Syefdinon.
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
“Pariwisata harus dikembangkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya. Ke depan, kita harus lebih kreatif dalam mengemas dan mengangkat potensi wisata yang ada di Kabupaten Solok,” tegas Bupati di hadapan ribuan pengunjung.
Pesona Alam, Budaya, dan Kreativitas Lokal
Festival Lima Danau tahun ini menghadirkan beragam kegiatan menarik: mulai dari pertunjukan seni dan budaya tradisional, lomba olahraga rakyat, pameran produk UMKM lokal, hingga wisata kuliner khas Solok yang menggoda selera.
Keindahan panorama Danau Singkarak yang berpadu dengan semangat masyarakat setempat menjadikan festival ini tak sekadar hiburan, tetapi juga perayaan identitas dan potensi daerah.
Sebelum pembukaan utama, sejumlah kegiatan juga digelar di Danau Tuo, Jorong Ujuang Ladang, Nagari Kotosani, Kecamatan X Koto Singkarak. Di lokasi tersebut, masyarakat menampilkan prosesi adat turun ke banda dan seni bela diri silek sebagai bagian dari rangkaian acara pra-festival.
Eksplorasi Lima Danau Menuju Destinasi Internasional
Dalam kesempatan terpisah, Asisten I Setda Kabupaten Solok, Zaitul Ikhlas, menjelaskan bahwa Festival Lima Danau menjadi momentum penting untuk mempromosikan kekayaan alam Kabupaten Solok.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengeksplorasi eksotika lima danau yang dimiliki Kabupaten Solok menuju destinasi wisata bertaraf internasional,” ujar Zaitul Ikhlas.
Ia juga menambahkan, festival ini tak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga bertujuan mendorong pertumbuhan UMKM berbasis kearifan lokal, agar ekonomi masyarakat tumbuh seiring dengan kemajuan pariwisata daerah.
Dengan kemegahan acara, antusiasme masyarakat, dan dukungan pemerintah pusat, Festival Lima Danau 2025 diharapkan menjadi magnet baru pariwisata Sumatera Barat, mengukuhkan Kabupaten Solok sebagai “The Heart of West Sumatera Tourism”. (Rd)











