7.topone.id – Ajang bergengsi Law Debate Competition (LDC) 2026 tingkat SMA/SMK/MA se-Solok Raya sukses digelar dengan atmosfer kompetisi yang sengit dan atraktif di Aula SKB Tembok, Kota Solok, 5–6 Mei 2026.
Dari rangkaian debat yang penuh adu argumentasi dan strategi, tim putri MAN 1 Solok Kotobaru dan tim putra Pondok Pesantren Al Madinah Gunung Talang keluar sebagai juara utama.
Di kategori individu, gelar Best Speaker putra diraih Hifzil Fauzy dari SMAN 3 Kota Solok, sementara Best Speaker putri jatuh kepada Aina Widya Fitri dari SMAN 1 Bukit Sundi.
Final Putri: Adu Kuat Data dan Strategi
Tim putri MAN 1 Solok yang diperkuat Aurely Zahra, Gheriyya Budianda Putri, dan Aisyah Eka Zahra tampil impresif saat menumbangkan SMAN 1 Kubung Selayo di partai puncak.
Meski kedua tim sama kuat dalam data dan penalaran, kemenangan MAN 1 Solok ditentukan oleh kekompakan tim dan pembagian peran yang efektif. Kemampuan public speaking yang matang membuat mereka mampu mengendalikan arah debat dan mengimbangi kekuatan data lawan.
Perjalanan mereka menuju juara pun tidak mudah. Di babak awal, MAN 1 Solok bahkan menyingkirkan salah satu favorit juara, SMAN 3 Kota Solok, sebelum akhirnya mengalahkan SMAN 1 Bukit Sundi di semifinal.
Kejutan dari Ponpes Al Madinah
Di kategori putra, kejutan besar datang dari Pondok Pesantren Al Madinah Gunung Talang. Tim yang sempat dipandang sebelah mata ini berhasil membalikkan prediksi hingga keluar sebagai juara.
Diperkuat Muhammad Dzikra Alfitrah, Azmad Rasyid, dan Muhammad Ishaq Arraffa, mereka sukses mengalahkan MAN 2 Solok Singkarak di final. Kunci kemenangan terletak pada strategi interupsi di momen krusial yang mampu mengganggu ritme lawan.
Sebelumnya, mereka juga menumbangkan tim unggulan SMAN 1 Kota Solok di babak penyisihan, lalu melaju ke final setelah mengalahkan MAN Kota Solok di semifinal.
Apresiasi dan Harapan Jadi Event Tahunan
Rektor UMMY Solok, Dr. Rica Mega Sari, S.Pt, MP, memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan mahasiswa Fakultas Hukum yang sukses menyelenggarakan ajang prestisius ini.
Ia berharap LDC dapat menjadi agenda tahunan sekaligus “brand” Fakultas Hukum UMMY.
“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang pembelajaran untuk membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing global,” ujar Rica Mega Sari.
Sementara itu, Walikota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, menyatakan kebanggaannya terhadap kegiatan tersebut.
Sebagai alumni UMMY, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kegiatan mahasiswa yang kreatif dan edukatif.
“Ajang ini membentuk generasi muda yang kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan hukum ke depan,” kata Ramadhani Kirana Putra.
Wadah Gen Z Asah Nalar Hukum
Mengusung tema “Hukum Indonesia dalam Perspektif Gen Z”, kompetisi ini menjadi ruang strategis bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, logika, serta keberanian menyampaikan argumentasi.
Kegiatan yang digagas Himpunan Mahasiswa (HIMA) Ilmu Hukum UMMY Solok bersama Meester Yamin Law Center ini juga menghadirkan isu-isu aktual, mulai dari penegakan hukum, hukuman mati, sistem zonasi pendidikan, hingga pertambangan ilegal.
Ketua panitia, Mutia Nada Kasturi, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya kompetisi, tetapi juga sarana edukasi hukum bagi generasi muda.
Dengan diikuti 16 tim terbaik dan tanpa biaya pendaftaran, LDC 2026 menjadi ajang inklusif yang membuka peluang luas bagi pelajar untuk berprestasi sekaligus meningkatkan kesadaran hukum.
Law Debate Competition 2026 bukan hanya tentang siapa yang menang di atas podium, tetapi tentang lahirnya generasi muda yang berani berpikir, cerdas berargumentasi, dan siap menjadi bagian dari masa depan hukum Indonesia. (Rd)











