Oleh: Syafridoerahman
Pada akhir Agustus 2025 mendatang, Kabupaten Solok akan menjadi sorotan ribuan pasang mata dari berbagai penjuru Sumatera. Perhelatan akbar Kumpul Bareng Scooter Sumatera (KBSS) ke-21 dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Agustus di kawasan wisata unggulan, Alahan Panjang.
Ini bukan sekadar ajang silaturahmi para pecinta Vespa yang diperkirakan mencapai lebih dari 5.000 peserta, tetapi juga merupakan momentum emas untuk mendongkrak sektor pariwisata Kabupaten Solok.
Mengapa ini penting?, Karena KBSS bukan hanya soal skuter klasik dan romansa nostalgia roda dua. Ini adalah bukti konkret sinergi antara komunitas dan pemerintah daerah dalam mendorong pariwisata berbasis komunitas.
Pertemuan antara panitia KBSS dengan Wakil Bupati Solok, H. Candra, SHI, beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok membuka ruang kolaborasi untuk kemajuan daerah. Ini langkah maju yang layak diapresiasi.
Alahan Panjang, yang selama ini dikenal sebagai surga tersembunyi di “kota dingin tanpa salju”, akan menjadi panggung utama bagi para tamu daerah. Dan inilah saatnya kita membuktikan bahwa keramahan, keindahan alam, serta kenyamanan fasilitas publik bisa menjadi pengalaman tak terlupakan bagi siapa pun yang datang.
Namun, perhatian terhadap fasilitas harus menjadi prioritas. Kabupaten Solok tidak boleh kecolongan. Tidak ada yang ingin mendengar cerita tentang buruknya sanitasi, penginapan tak layak, atau akses jalan yang memprihatinkan. Alih-alih menjadi kenangan manis, pengalaman buruk seperti itu justru bisa merusak citra wisata yang tengah dibangun dengan susah payah.
Keamanan juga tak kalah penting. Maraknya video viral tentang pemalakan dan pungutan liar di sejumlah destinasi wisata nasional harus menjadi peringatan keras. Kabupaten Solok harus menjamin bahwa tamu-tamu yang datang, baik dari komunitas scooter maupun wisatawan lainnya, merasa aman dan dihormati. Ini tanggung jawab bersama Pemkab, aparat keamanan, dan masyarakat lokal.
Selain alam, Kabupaten Solok juga punya warisan kuliner yang tak kalah menggoda. Inilah kesempatan untuk mengenalkan “Bareh Solok” dan sajian khas lainnya sebagai bagian dari paket wisata yang utuh. Bayangkan, para scooterist pulang ke daerah masing-masing dengan cerita tentang hamparan hijau Alahan Panjang, keramahan masyarakat, dan kelezatan kuliner lokal. Cerita-cerita inilah yang akan menjadi promosi paling ampuh: testimoni dari pengalaman nyata.
KBSS ke-21 bukan hanya ajang tahunan, tapi bisa menjadi titik balik. Titik di mana Kabupaten Solok mulai dikenal luas bukan hanya oleh komunitas Vespa, tapi juga sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat. Sudah saatnya Solok menjadi tujuan wisata yang dikunjungi ribuan orang setiap pekan, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kualitas pelayanan dan kekuatan karakternya.
Semoga Alahan Panjang benar-benar menjadi tempat kenangan manis, bukan hanya bagi scooterist, tapi juga bagi keluarga mereka dan siapa pun yang berkesempatan singgah. Karena wisata yang berhasil bukan yang hanya indah difoto, tapi yang layak untuk kembali dikunjungi dan diceritakan.











