7.topone.id – Hari ketiga masa tanggap darurat banjir bandang di Kabupaten Solok diwarnai dengan pengerahan besar-besaran personel dan alat berat untuk membersihkan material bencana yang masih menutupi sejumlah kawasan.
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH bersama unsur pimpinan DPRD, BPBD, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, anggota DPRD, serta sejumlah kepala OPD turun langsung meninjau proses pembersihan material banjir bandang di kawasan sekitar perkantoran Bupati Solok, Kamis (24/9/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan proses penanganan terus dikebut. Tumpukan batu berukuran besar yang sebelumnya menutupi sejumlah titik mulai dihancurkan dan dipindahkan. Sementara material lumpur yang terbawa arus banjir bandang terus dikeruk menggunakan alat berat.
Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan prioritas membuka kembali akses sekaligus mengurangi timbunan material yang menghambat aktivitas di kawasan terdampak.
Sejumlah personel dan unsur terkait juga terus dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan. Kondisi di lapangan masih menunjukkan besarnya material yang harus dibersihkan setelah banjir bandang menerjang kawasan Arosuka.
Di tengah proses pemulihan tersebut, dukungan terhadap Kabupaten Solok terus mengalir. TNI dan Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah se-Sumatera Barat, pemerintah pusat, BUMD, pihak swasta, relawan dari berbagai daerah, ASN Pemerintah Kabupaten Solok, masyarakat, hingga berbagai unsur lainnya ikut bergotong royong dalam penanganan bencana.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat proses pembersihan dan pemulihan kawasan terdampak. Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan solidaritas berbagai pihak yang turun langsung membantu masyarakat pascabencana.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Solok, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan membantu masyarakat kita yang terdampak bencana banjir bandang,” ujar Jon Firman Pandu.
Menurutnya, dukungan dan gotong royong seluruh unsur sangat berarti dalam menghadapi kondisi pascabencana. Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait terus berupaya melakukan penanganan di lapangan agar proses pemulihan dapat berjalan secara bertahap.
Memasuki hari ketiga tanggap darurat, pekerjaan berat masih menanti. Namun, di tengah lumpur, batu dan material banjir yang memenuhi sejumlah titik, semangat gotong royong berbagai pihak terus menjadi kekuatan dalam upaya membangkitkan kembali kawasan terdampak bencana di Kabupaten Solok. (Rd)











