7.topone.id – Banjir galodo yang menerjang kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok meninggalkan kerusakan serius. Kompleks Kantor DPRD Kabupaten Solok di Arosuka tak luput dari terjangan material lumpur, kayu, batu hingga berbagai benda yang terbawa arus.
Di tengah kondisi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir bersama Wakil Ketua DPRD Muklis dan sejumlah anggota DPRD memilih turun langsung ke lokasi, Kamis (24/9/2026).
Bukan sekadar meninjau, para wakil rakyat tersebut ikut berjibaku melakukan gotong royong bersama jajaran Sekretariat DPRD membersihkan material banjir yang memenuhi lingkungan dan bagian dalam gedung.
Dengan pakaian sederhana, pimpinan dan anggota DPRD terlihat berbaur dengan pegawai. Lumpur dibersihkan, sisa kayu dan batu disingkirkan, sementara berbagai perlengkapan kantor yang terdampak mulai ditata dan diamankan.
Sejumlah ruangan kantor bahkan terlihat porak-poranda. Lumpur dan material banjir masuk ke dalam gedung, sementara sejumlah peralatan serta perlengkapan perkantoran ikut terdampak. Namun, di balik kerusakan fisik tersebut, ada persoalan lain yang tak kalah penting, yaitu nasib dokumen dan arsip kelembagaan DPRD.
Ivoni Munir secara khusus meminta jajaran Sekretariat DPRD segera melakukan langkah penyelamatan terhadap dokumen dan arsip yang terdampak banjir.
Ia mewanti-wanti agar penyelamatan arsip tidak dilakukan sembarangan. Dokumen yang masih memungkinkan diselamatkan harus ditangani secara hati-hati dan, bila diperlukan, melibatkan tenaga atau pihak yang memiliki kompetensi dalam penanganan arsip pascabencana.
“Dokumen dan arsip harus menjadi perhatian. Segera lakukan langkah penyelamatan dan jangan sampai ada yang terabaikan. Kalau membutuhkan tenaga atau pihak yang berkompeten, segera gandeng dan koordinasikan,” tegas Ivoni Munir kepada jajaran Sekretariat DPRD.
Menurutnya, arsip kelembagaan bukan sekadar tumpukan dokumen. Di dalamnya terdapat rekam administrasi dan perjalanan pelaksanaan tugas DPRD yang memiliki nilai penting bagi keberlangsungan kelembagaan.
Karena itu, proses pembersihan kantor harus berjalan seiring dengan upaya penyelamatan arsip dan pengamanan aset. Keselamatan manusia tetap menjadi prioritas, namun aset dan dokumen negara yang masih dapat diselamatkan juga harus mendapat perhatian serius.
Tak Hanya Bersih-bersih, DPRD Petakan Kerusakan
Kehadiran pimpinan dan anggota DPRD di lokasi juga bukan semata-mata aksi simbolis. Kondisi kantor yang terdampak menjadi perhatian untuk menentukan langkah pemulihan kelembagaan setelah bencana.
Wakil Ketua DPRD Muklis bersama sejumlah anggota DPRD ikut bergerak membersihkan lingkungan kantor. Jajaran Sekretariat DPRD pun bergotong royong menangani material yang berserakan akibat terjangan galodo.
Di tengah lumpur dan puing yang masih memenuhi kompleks perkantoran, suasana gotong royong terlihat kuat. Pimpinan, anggota DPRD dan pegawai Sekretariat DPRD bergerak bersama sesuai kemampuan masing-masing.
Selain pembersihan, berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan lanjutan mulai dipetakan, termasuk kerusakan bangunan, perlengkapan kantor, aset dan dokumen kelembagaan.
Ivoni Munir menegaskan, proses pemulihan harus dilakukan secara bertahap dan terukur. Langkah tersebut meliputi penyelamatan dokumen dan arsip, pengamanan aset, pembersihan lingkungan, hingga pendataan kerusakan sebagai dasar menentukan kebutuhan pemulihan berikutnya.
Bagi DPRD Kabupaten Solok, bencana ini bukan hanya meninggalkan lumpur dan kerusakan bangunan. Musibah tersebut juga menjadi ujian bagi keberlangsungan aktivitas kelembagaan. Namun, di tengah situasi sulit itu, semangat gotong royong justru menjadi kekuatan untuk bangkit.
Dari tengah lumpur dan puing-puing, DPRD Kabupaten Solok mulai menata kembali kantor dan memastikan roda kelembagaan tetap berjalan. (Rd)











