7.topone.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya Minangkabau melalui dukungan terhadap program “Silek Masuk Sekolah” yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar).
Dukungan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Marcos Sophan, saat menghadiri kegiatan pelestarian silek di Nagari Selayo, Sabtu (25/07/2026).
Dalam sambutannya, Marcos Sophan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat Nagari Selayo yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kekompakan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap hidup dan berkembang.
“Terima kasih kepada walinagari beserta jajaran, BPN, KAN, para pemuda, masyarakat yang berada di kampung maupun para perantau yang telah memberikan dukungan moril maupun materil sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik,” ujar Marcos Sophan.
Ia juga memberikan penghargaan kepada panitia pelaksana, Bundo Kanduang, para pemuda, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Negeri Padang (UNP) yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan.
Mewakili Pemkab Solok, Marcos Sophan menegaskan dukungan penuh terhadap program “Silek Masuk Sekolah” yang dicanangkan Wakil Gubernur Sumbar. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan seni bela diri tradisional Minangkabau sekaligus membentuk karakter generasi muda.
“Silek bukan sekadar gerakan bela diri. Di dalamnya terkandung nilai-nilai pendidikan karakter seperti disiplin, keberanian, kesopanan, persaudaraan, serta penghormatan kepada guru dan adat istiadat. Melalui didikan yang tulus dari para guru dan tuo silek, akan lahir generasi Minang yang tangguh, berbudi luhur, dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Marcos Sophan juga mengingatkan bahwa pada masa lalu pembelajaran silek kerap dilakukan secara tertutup agar ilmunya tidak mudah dipelajari orang lain. Namun, menurutnya, pola tersebut perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman agar silek tidak kehilangan peminat hingga terancam punah di tanah kelahirannya sendiri.
“Saat ini silek harus semakin terbuka dan dikenalkan kepada generasi muda. Selain menjaga warisan budaya, silek juga memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat nama Kabupaten Solok hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelestarian adat dan budaya menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Bupati Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H. Chandra. Komitmen tersebut tertuang dalam Misi Ketiga, yakni Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Adat dan Budaya.
Marcos Sophan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan Pemprov Sumbar serta seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda sekaligus memperkuat pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Solok. Semoga ikhtiar para guru dan tuo silek dalam mewariskan ilmu menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” tutupnya. (Rd)











