7.TOPONE.ID – Di tengah lumpur, puing-puing bangunan dan duka yang menyelimuti Kabupaten Solok akibat bencana banjir bandang dan longsor, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, S.Farm, Apt, memilih untuk tidak berpangku tangan. Ia turun langsung ke tengah masyarakat, menyaksikan penderitaan warga sekaligus ikut menghadirkan solusi nyata untuk mempercepat penanganan bencana.
Sejak bencana menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Ivoni Munir terlihat hadir di tengah masyarakat terdampak. Bukan sekadar datang untuk meninjau atau menjalankan agenda seremonial, ia memilih berada dekat dengan warga, mendengarkan keluhan, menyerap kebutuhan, serta melihat langsung kondisi di lapangan.
Di saat masyarakat berjuang menghadapi dampak bencana, kehadiran seorang pemimpin menjadi lebih dari sekadar simbol. Ada kepedulian, dukungan moral, dan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Bagi Ivoni Munir, kondisi darurat yang dihadapi masyarakat membutuhkan gerak cepat, kebersamaan, dan langkah konkret. Karena itu, kepeduliannya tidak berhenti pada kunjungan ke lokasi bencana. Senin (28/9/2026), ia turut membantu menghadirkan satu unit ekskavator, dump truck, kendaraan colt, serta sejumlah kendaraan dan peralatan lainnya untuk mendukung proses penanganan bencana.
Bantuan alat berat dan kendaraan tersebut menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menghadapi dampak banjir bandang dan longsor. Mulai dari membersihkan timbunan lumpur dan material longsor, membuka kembali akses yang terdampak, hingga membantu proses pembersihan kawasan permukiman warga.
Di tengah situasi yang masih membutuhkan penanganan serius, keberadaan peralatan tersebut diharapkan mampu mempercepat pekerjaan di lapangan dan meringankan beban masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka.
Bukan Hanya Hadir, tetapi Ikut Mencarikan Solusi
Kepemimpinan tidak selalu diukur dari seberapa sering seseorang tampil di ruang publik atau berbicara di hadapan banyak orang. Dalam situasi bencana, kepemimpinan justru diuji melalui keberanian untuk hadir, memahami persoalan, dan mengambil bagian dalam mencari jalan keluar.
Hal itulah yang tergambar dari langkah Ivoni Munir. Di tengah kesibukan menjalankan tugas kelembagaan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok, ia tetap berupaya memberikan perhatian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
“Tidak ada istilah lelah ketika masyarakat sedang membutuhkan. Yang terpenting bagaimana kita bersama-sama membantu meringankan beban warga dan mempercepat proses pemulihan,” demikian semangat yang tergambar dari kepedulian Ivoni Munir dalam menghadapi bencana.
Pesan tersebut mencerminkan pentingnya solidaritas dan semangat gotong royong ketika masyarakat menghadapi musibah.
Bencana banjir bandang dan longsor bukan hanya meninggalkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menyisakan trauma, kehilangan, dan ketidakpastian bagi warga terdampak. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran dan dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan untuk kembali bangkit.
Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti Kabupaten Solok, langkah Ivoni Munir menjadi gambaran bahwa tanggung jawab sebagai wakil rakyat tidak terbatas pada ruang sidang, rapat paripurna, maupun agenda pemerintahan. Ada tanggung jawab kemanusiaan yang harus dijalankan, terutama ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.
Sebab, bagi warga yang sedang tertimpa musibah, bantuan berupa alat berat dan kendaraan memang sangat dibutuhkan. Namun, perhatian, kebersamaan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi bencana sendirian juga menjadi kekuatan yang tidak kalah penting.
Di balik lumpur dan puing-puing yang berserakan, semangat gotong royong terus menjadi harapan bagi Kabupaten Solok untuk bangkit dan menata kembali kehidupan setelah bencana. (Rd)











