7.TOPONE.ID – Jabatan boleh berakhir, masa pengabdian sebagai aparatur negara boleh usai, tetapi kontribusi untuk masyarakat tidak pernah mengenal kata pensiun. Semangat itulah yang tergambar dalam pertemuan hangat antara Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kacang, Drs. H. Suharmen, MM, Dt. Sutan Ma’alam, dengan Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, di Arosuka, Senin (21/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut bukan sekadar kunjungan silaturahmi. Di balik obrolan santai dan nostalgia perjalanan pengabdian, terselip diskusi tentang pemerintahan, adat, kehidupan sosial, hingga potensi kontribusi tokoh senior dalam pembangunan Kabupaten Solok.
Sosok Suharmen bukanlah nama asing dalam dunia birokrasi Kabupaten Solok. Mantan aparatur sipil negara (ASN) ini memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan. Mengawali karier di Departemen Penerangan di Bengkulu, ia kemudian melanjutkan pengabdiannya di Kabupaten Solok dengan menduduki sejumlah posisi strategis.
Berbagai jabatan pernah diembannya, mulai dari Camat Junjung Sirih, Camat Kubung, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, hingga Sekretaris DPRD Kabupaten Solok.
Pengalaman panjang tersebut menjadi bekal berharga yang hingga kini masih melekat pada dirinya. Meski telah memasuki masa purnabakti, Suharmen tetap aktif berkiprah di tengah masyarakat, baik sebagai Ketua KAN Kacang, tokoh adat bergelar Dt. Sutan Ma’alam, maupun sebagai mubaligh.
Di mata Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, pengalaman dan semangat Suharmen merupakan aset sosial yang patut diapresiasi.
Ivoni menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menilai, meski telah pensiun dari birokrasi, Suharmen masih memiliki energi, pemikiran, dan pengalaman yang relevan untuk terus berkontribusi bagi daerah.
“Terima kasih atas kunjungan Ketua KAN Kacang. Beliau ini sosok ASN yang sudah purnabakti, tetapi pemikirannya masih sangat energik,” ujar Ivoni.
Bahkan, dalam suasana pertemuan yang penuh keakraban itu, Ivoni melontarkan pernyataan yang cukup menarik perhatian. Ia menyebut Suharmen berpotensi kembali mengabdi melalui jalur politik.
“Kalau bisa beliau mencaleg, mudah-mudahan duduk menjadi anggota DPRD,” kata Ivoni.
Pernyataan tersebut menjadi warna tersendiri dalam pertemuan itu. Sebuah ungkapan yang menunjukkan penghargaan terhadap pengalaman seorang tokoh senior, sekaligus membuka ruang diskusi tentang kemungkinan pengabdian dalam ranah politik.
Meski demikian, belum ada pernyataan dari Suharmen terkait kemungkinan terjun ke dunia politik sebagaimana disampaikan Ivoni.
Bagi Suharmen, pengabdian tampaknya memang tidak semata-mata diukur dari jabatan formal. Setelah puluhan tahun berkecimpung dalam pemerintahan, ia kini melanjutkan peran melalui jalur adat, keagamaan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Sebagai Ketua KAN Kacang, ia memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai adat dan memperkuat kehidupan masyarakat nagari. Sementara sebagai mubaligh, ia terus menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan mengambil bagian dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Pertemuan dengan Ivoni Munir juga memperlihatkan pentingnya hubungan lintas generasi dalam kehidupan pemerintahan. Pengalaman para tokoh senior dapat menjadi sumber inspirasi dan pertimbangan bagi generasi yang saat ini memegang amanah publik.
Di tengah padatnya agenda pemerintahan dan kesibukan lembaga legislatif, pertemuan sederhana tersebut menyampaikan pesan yang lebih luas. Bahwa komunikasi, penghargaan terhadap pengalaman, serta hubungan baik antartokoh merupakan bagian penting dalam menjaga kebersamaan dan membangun daerah.
Sebab, pada akhirnya, jabatan bisa berganti, kekuasaan bisa berpindah, dan masa pensiun pasti tiba. Namun, semangat untuk mengabdi serta silaturahmi yang terjalin di tengah masyarakat akan selalu menemukan jalannya. (Rd)











