7.TOPONE.ID – Perjalanan Tim Futsal Putra Kabupaten Solok pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) 2026 bukan sekadar perjuangan mengejar kemenangan. Di balik keberhasilan menembus babak delapan besar, tim berjuluk kebanggaan masyarakat Kabupaten Solok ini harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keputusan wasit yang dipersoalkan hingga persoalan mental bertanding para pemain muda.
Hal itu terungkap dalam perbincangan bersama jajaran pelatih dan ofisial Tim Futsal Putra Kabupaten Solok di mess Gedung SMA Negeri 1 Situjuah Limo Nagari, Kamis (8/10/2026).
Dalam evaluasi perjalanan tim, pelatih Indro Syafrinov mengungkapkan bahwa skuadnya telah menjalani tiga pertandingan pada fase penyisihan grup. Meski sempat mengalami kekalahan pada laga perdana, semangat para pemain tidak surut hingga akhirnya berhasil memastikan langkah ke perempat final.
Kekalahan dari Tuan Rumah Diwarnai Sejumlah Keputusan yang Dipertanyakan
Pada pertandingan perdana menghadapi tuan rumah Kabupaten Lima Puluh Kota, Tim Futsal Putra Kabupaten Solok harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-4. Namun, menurut Indro Syafrinov, terdapat sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya. Beberapa insiden di lapangan bahkan disebut memengaruhi konsentrasi dan kondisi psikologis para pemain.
“Untuk laga pertama, kami menghadapi tuan rumah. Hasil memang tidak sesuai dengan harapan, kita kalah 1-4. Pada dasarnya, ada sekitar tiga sampai lima kejadian yang kami nilai merugikan,” ungkap Indro saat mengevaluasi pertandingan.
Ia menyoroti dugaan handball di dalam kotak penalti serta insiden tekel dua kaki dari belakang yang menurutnya tidak ditindak sebagaimana mestinya.
“Jangankan kartu, pelanggaran saja tidak diambil,” ujarnya.
Indro menilai, dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi, keputusan-keputusan seperti itu dapat memengaruhi fokus pemain, terutama mereka yang masih berusia muda dan belum memiliki banyak pengalaman menghadapi tekanan kompetisi besar.
Ia juga menyebut pelatih futsal Kabupaten Lima Puluh Kota, Coach Yudhi Fatra, turut mengakui adanya sejumlah keputusan yang dinilai kurang tepat dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, evaluasi terhadap kepemimpinan wasit penting dilakukan agar pertandingan berjalan lebih profesional, objektif, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Selisih Detik Bisa Menentukan Hasil Pertandingan
Persoalan teknis lainnya muncul saat Tim Futsal Kabupaten Solok menjalani laga derby melawan Kota Solok. Kali ini, sorotan tertuju pada penerapan sistem waktu pertandingan, yakni 17 menit waktu berjalan dan tiga menit terakhir menggunakan waktu bersih. Menurut jajaran pelatih, terdapat ketidaksesuaian dalam penghentian waktu ketika bola keluar lapangan.
Bagi Indro, persoalan tersebut bukan hal sepele. Dalam olahraga futsal yang berlangsung cepat, satu atau dua detik saja dapat mengubah jalannya pertandingan, terutama ketika tim sedang berupaya mencetak gol atau mempertahankan keunggulan.
“Di futsal, walaupun itu satu atau dua detik, sangat berpengaruh. Kami berharap ada fokus dan profesionalisme dari wasit. Komunikasi juga harus dibangun dengan baik antara wasit, pelatih, dan pemain,” tegasnya.
Meski demikian, evaluasi tersebut diharapkan menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan, bukan mengurangi semangat tim dalam menghadapi laga-laga berikutnya.
Bukan Kekurangan Bakat, tetapi Mental yang Masih Harus Ditempa
Di balik berbagai dinamika pertandingan, Indro Syafrinov menegaskan bahwa tantangan terbesar Tim Futsal Putra Kabupaten Solok sesungguhnya terletak pada pembentukan mental bertanding.
Menurutnya, Kabupaten Solok tidak pernah kekurangan pemain berbakat. Dari sisi teknik dan kondisi fisik, para pemain telah menjalani latihan intensif. Namun, menghadapi tekanan kompetisi, menjaga konsentrasi, serta bangkit setelah mengalami situasi sulit masih menjadi pekerjaan besar bagi tim pelatih.
“Kalau dari segi bibit, kita tidak pernah kurang. Namun, dari segi mental, membangunnya itu yang paling sulit. Sudah 10 tahun kita melatih, persoalan itu yang sering kita temui. Dari segi permainan, fisik, dan teknik sudah kita tingkatkan, tetapi mental masih menjadi kendala,” tuturnya.
Sebagian besar pemain yang memperkuat skuad Kabupaten Solok merupakan generasi kelahiran 2009, yang kini masih duduk di bangku kelas X dan XI SMA. Usia yang relatif muda membuat mereka masih membutuhkan pengalaman dan pembinaan untuk menghadapi tekanan pertandingan tingkat provinsi.
Karena itu, tim pelatih tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga berupaya menanamkan kepercayaan diri, kedisiplinan, dan daya juang kepada setiap pemain. Indro pun memberikan motivasi kepada anak asuhnya agar tidak pernah menyerah selama peluang masih terbuka.
“Kalau masih ada peluang, walaupun hanya satu persen, berarti harapan itu masih ada,” demikian pesan yang ditanamkannya kepada para pemain.
Hasilnya, para pemain mampu bangkit dan kembali menunjukkan semangat juang di lapangan. “Alhamdulillah, anak-anak bangkit dan tampil luar biasa,” ungkapnya dengan bangga.
Seleksi Terbuka dan TC Tiga Bulan Jadi Modal Tim
Perjalanan Tim Futsal Putra Kabupaten Solok di Porprov XVI Sumbar 2026 tidak dibangun dalam waktu singkat. Persiapan telah dimulai sejak 3 Juli 2026 melalui seleksi terbuka di sejumlah wilayah, termasuk Sungai Nanam, dengan memanfaatkan Lapangan Scorpion sebagai salah satu lokasi penjaringan pemain berbakat.
Seleksi tersebut dilakukan untuk memastikan skuad yang dibentuk benar-benar berasal dari kemampuan dan kualitas pemain, bukan semata-mata berdasarkan kedekatan atau faktor lainnya.
Setelah proses seleksi, para pemain menjalani program pemusatan latihan atau training center (TC) selama tiga bulan. Selama periode tersebut, tim pelatih berupaya mematangkan strategi permainan, meningkatkan kebugaran fisik, serta membangun kekompakan antarpemain.
Dukungan juga datang dari KONI Kabupaten Solok, Sekretaris Daerah, Ketua Pengcab Futsal Dedi Fajar Ramli, serta manajer tim Zulvan Putra yang terus mendampingi perjuangan para pemain selama turnamen berlangsung.
Dukungan tersebut menjadi dorongan tersendiri bagi tim untuk memberikan penampilan terbaik dan membawa nama Kabupaten Solok sejauh mungkin dalam kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut.
Hadapi Tanah Datar, Target Juara Tetap Menyala
Kini, tantangan berikutnya telah menanti. Tim Futsal Putra Kabupaten Solok dijadwalkan menghadapi Kabupaten Tanah Datar pada babak delapan besar.
Menghadapi pertandingan krusial tersebut, Indro Syafrinov menyatakan optimisme bahwa anak asuhnya memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh, selama mampu menjaga kesiapan fisik, menjalankan strategi dengan baik, dan terutama memperkuat mental bertanding.
Ia menegaskan bahwa seluruh pemain yang masuk skuad telah melewati proses seleksi. Karena itu, tim pelatih percaya bahwa kemampuan dan kerja keras para pemain menjadi modal utama untuk bersaing.
“Kalau dari kesiapan, alhamdulillah semuanya murni dari hasil seleksi. Kita yakin kepada anak-anak, yakin juara. Siapa yang paling siap di lapangan dan memiliki mental paling bagus, itulah yang akan menjadi pemenang,” pungkas Indro Syafrinov dengan penuh optimisme.
Bagi Tim Futsal Putra Kabupaten Solok, tiket delapan besar bukanlah garis akhir. Justru di fase inilah karakter sesungguhnya akan diuji: bagaimana para pemain mengelola tekanan, menjaga fokus, dan membuktikan bahwa talenta yang mereka miliki mampu berjalan seiring dengan mental juara.
Harapan masyarakat Kabupaten Solok kini bertumpu pada perjuangan para pemain muda tersebut. Dengan kerja keras, kekompakan, dan semangat pantang menyerah, peluang untuk melangkah lebih jauh di Porprov XVI Sumbar 2026 masih terbuka. (Rd)











