7.TOPONE.ID – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok kembali mendapat perhatian dari perwakilan daerah di tingkat nasional. Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sumatera Barat, Irman Gusman, SE, MBA, bersama rombongan mengunjungi Posko Utama Bencana Banjir Bandang Arosuka, Jumat (9/10/2026), untuk melihat perkembangan penanganan darurat sekaligus memperkuat dukungan terhadap pemulihan masyarakat.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Solok, Asisten II Jefrizal, S.Pt, MM, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Portito, S.Pd.I.
Pertemuan di posko utama itu menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi dan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perwakilan daerah di tingkat nasional, serta unsur kebencanaan dalam menghadapi tantangan pemulihan pascabencana yang melanda kawasan Arosuka.

Jon Firman Pandu: Pemulihan Terus Berjalan, Dukungan Semua Pihak Sangat Dibutuhkan
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Solok Jon Firman Pandu memaparkan kondisi terkini wilayah terdampak sekaligus berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam menangani dampak galodo. Bencana yang melanda kawasan Arosuka itu mengakibatkan dampak signifikan terhadap permukiman warga dan kawasan perkantoran.
Menurut Bupati, bencana terjadi setelah wilayah setempat mengalami musim kemarau panjang selama hampir tiga bulan, yang kemudian disusul hujan berintensitas tinggi.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok terus bergerak bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat, kementerian terkait, serta berbagai unsur lainnya untuk melaksanakan penanganan darurat dan memulihkan kondisi wilayah terdampak.
Dukungan berupa alat berat, ekskavator, truk, dan berbagai kebutuhan operasional menjadi bagian penting dalam mempercepat pembersihan material banjir yang menimbun kawasan permukiman maupun fasilitas pemerintahan.
Upaya tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif. Hingga laporan penanganan disampaikan, sekitar 95 persen rumah warga terdampak dilaporkan telah dibersihkan dari lumpur. Pemerintah daerah juga melakukan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk dukungan pemulihan pasokan listrik agar aktivitas warga dapat berangsur kembali berjalan.
Capaian tersebut menjadi bagian dari kerja bersama berbagai pihak dalam mengembalikan kondisi masyarakat pascabencana. Meski demikian, proses pemulihan masih membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan, terutama untuk menangani kerusakan yang belum tertuntaskan.

Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kementerian terkait, unsur kebencanaan, relawan, tenaga ahli, serta seluruh pihak yang telah membantu penanganan bencana di Kabupaten Solok.
Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah selanjutnya diarahkan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, mulai dari penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan, pemulihan kawasan perkantoran, hingga pengembalian fungsi pelayanan publik secara optimal.
Bagi Pemkab Solok, pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membersihkan material banjir, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan memperoleh pelayanan pemerintahan sebagaimana mestinya.
Karena itu, sinergi lintas sektor dinilai tetap menjadi kunci agar seluruh tahapan pemulihan dapat berlangsung secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Irman Gusman Dorong Penguatan Mitigasi dan Koordinasi Penanganan Bencana
Sementara itu, Anggota DPD RI Irman Gusman menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa masyarakat Kabupaten Solok. Setelah memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut, ia mengaku segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendorong peninjauan lapangan sekaligus melihat secara langsung kebutuhan penanganan bencana.
Dalam kesempatan itu, Irman menyoroti kondisi Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi karena faktor geografis, termasuk keberadaannya di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.
Ancaman gempa bumi, tsunami, tanah longsor, hingga banjir bandang, menurutnya, menuntut kesiapsiagaan yang lebih kuat, mitigasi yang terencana, serta sistem penanganan yang mampu menghubungkan seluruh unsur pemerintahan dan pihak terkait.
Berbekal pengalamannya dalam keterlibatan pada penanganan sejumlah bencana di Indonesia, termasuk tsunami Aceh, Irman menilai bahwa efektivitas penanggulangan bencana sangat bergantung pada koordinasi yang baik antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.
Kejelasan kewenangan, ketersediaan sumber daya, serta ketepatan penyaluran bantuan menjadi aspek penting agar penanganan di lapangan dapat berjalan cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Ia juga mendorong agar peristiwa banjir bandang di Kabupaten Solok menjadi bahan evaluasi bersama dalam memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Pengalaman di lapangan, masukan tenaga ahli, serta pandangan pemerintah daerah perlu dihimpun sebagai dasar untuk menyusun langkah penanganan yang lebih baik pada masa mendatang.
Selain persoalan kesiapsiagaan, perhatian terhadap lingkungan dan perubahan iklim juga menjadi hal yang perlu diperhitungkan dalam pembangunan daerah. Pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan dinilai penting sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana sekaligus membangun ketahanan wilayah terhadap ancaman alam.
Sinergi untuk Memulihkan Arosuka dan Kehidupan Masyarakat
Kunjungan Irman Gusman ke Posko Utama Bencana Arosuka menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Solok dan perwakilan daerah di tingkat nasional, khususnya dalam menyampaikan kebutuhan serta tantangan yang dihadapi selama proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
Bagi Kabupaten Solok, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan tahapan pemulihan berjalan secara menyeluruh. Tidak hanya menyangkut pembersihan material banjir, tetapi juga perbaikan rumah warga, pemulihan infrastruktur, penataan kembali kawasan terdampak, dan pengaktifan pelayanan pemerintahan.
Pemkab Solok berharap perhatian dan dukungan tersebut dapat terus berlanjut, sehingga kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dan proses rehabilitasi serta rekonstruksi dapat dipercepat sesuai dengan kondisi dan prioritas di lapangan. Dengan semangat gotong royong, koordinasi lintas sektor, serta komitmen bersama untuk bangkit dari bencana, Kabupaten Solok diharapkan mampu melewati masa pemulihan dengan lebih kuat.
Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah penting untuk mewujudkan kawasan Arosuka yang kembali pulih, pelayanan publik yang berjalan normal, serta masyarakat yang lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana pada masa mendatang. (Rd)











