Menu ✖

Mode Gelap

Hukum · 28 Jul 2024 WIB ·

Dibayar Rp250 Ribu, Walinagari se-Tanah Datar Nyatakan Sikap Dukung Otewe


 Dibayar Rp250 Ribu, Walinagari se-Tanah Datar Nyatakan Sikap Dukung Otewe Perbesar

7.topone.id – Epyardi Asda, menuju Pilkada Sumbar (Pilgub), berbau “amis”. Ternyata, pernyataan dukungan Walinagari se-Tanah Datar tersebut, karena dikondisikan oleh Ketua Forum Walinagari dan masing-masing Walinagari dibayar sebesar Rp250 ribu.

Video orasi walinagari tersebut, dilaksanakan di rumah Epyardi Asda di Jakarta, saat walinagari se-Tanah Datar melakukan Pelatihan Kepamongprajaan beberapa hari yang lalu. Orasi tersebut langsung dikomandoi oleh Ketua Forum Walinagari (Forwana) se-Tanah Datar. Mereka menyatakan sikap, siap mendukung Otewe Sumbar.

Dikutip dari mattanews.co, salah satu Walinagari yang ikut dalam orasi tersebut, Irzon, Walinagari Rambatan, membenarkan dirinya diundang ke rumah salah satu Bacalon Gubenur Sumbar tersebut. Namun, Irzon merasa terpaksa, namun diiming-imingi akan dibayar Rp250 ribu.

“Kami, merasa terpaksa, datang ke rumah Bacalon Gubenur tersebut tapi dikondisikan oleh Ketua Forwana dan dibayar Rp250 ribu. Makanya kami ikut,” katanya, Jumat (26/07/2024).

Untuk menyikapi pertanyaan selanjutnya Irzon, menyarankan untuk langsung ke Ketua Forwana Tanah Datar.

“Kalau untuk pertanyaan lainnya, kami tidak layak untuk menjawabnya karena kami hanya ikut-ikutan saja. Langsung ke Ketua Forwana,” ujarnya.

Menyikapi hal ini, Ketua Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Tanah Datar, Bonar Surya Winata, S.Sos, mengaku pihaknya akan mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengusut kasus itu.

Menurutnya, hal ini dikarenakan walinagari tersebut, adalah pejabat publik yang dilarang untuk bepolitik. Apalagi berorasi mendukung salah satu Bakal Calon Kepala Daerah (Balon Kada).

“Sebagai Ketua Pekat IB Tanah Datar, kami akan mendesak Bawaslu untuk serius mengusut kasus ini atas sikap Walinagari se-Tanah Datar di video yang beredar, mendukung salah satu Balon Gubenur Sumbar ini,” ujarnya.

Bonar juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar dan pihak berkompeten lainnya di Tanah Datar untuk mengusut hal ini. Menurutnya, hal ini sama dengan menjual kehormatan walinagari se-Kabupaten Tanah Datar.

“Kami berharap kepada pihak terkait dan berkompeten dalam hal ini, untuk mengusut tuntas kejadian ini. Agar menjadi pelajaran bagi kita ke depannya,” ungkapnya.

Sumber: Patron.co.id

Artikel ini telah dibaca 249 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lantik 45 Pejabat, Bupati Solok Disorot: Dugaan Pengendalian Proyek oleh Oknum ASN Jadi Pertanyaan Publik

24 October 2026 - 21:42 WIB

Jhon Balico Pimpin DPP IKKS 2026–2031, Trio Karno Vivo Siap Dukung Program Ranah-Rantau

23 October 2026 - 19:10 WIB

Pemko Solok Luncurkan SIKOMPAK, Perkuat Kemitraan Media dan Transparansi Informasi Publik

22 October 2026 - 15:33 WIB

Dugaan Intervensi ASN Disdikpora Solok dalam Pengadaan PAUD-TK Mencuat, Nama FA Disebut

18 October 2026 - 18:42 WIB

Miris! 45 Murid TK Mega Suri Lolo Tak Bisa Belajar di Kelas, Sekolah Dipalang Pemilik Tanah

14 October 2026 - 12:04 WIB

FORKI Kabupaten Solok Ukir Sejarah di Porprov Sumbar 2026, Raih Runner-up dengan 16 Medali

13 October 2026 - 19:00 WIB

Trending di News