7.topone.id – Bukan sekadar mengenakan seragam Pramuka dan mengikuti kegiatan di lingkungan madrasah. Anggota Pramuka MAN 2 Solok menunjukkan makna pengabdian dengan turun langsung membantu masyarakat yang terdampak bencana di Arosuka, Kabupaten Solok.
Aksi kemanusiaan itu dilakukan dalam kegiatan Bakti Peduli Dampak Bencana, Jumat (25/9/2026), bersama sejumlah madrasah negeri di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Solok.
Dengan peralatan kebersihan di tangan, para anggota Pramuka MAN 2 Solok ikut membersihkan dan membenahi pemukiman warga yang terdampak bencana. Lumpur, material sisa bencana dan kondisi lingkungan yang membutuhkan penanganan menjadi bagian dari aktivitas mereka hari itu.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok agar seluruh madrasah ikut mengambil bagian membantu masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Bagi MAN 2 Solok, kehadiran para anggota Pramuka di lokasi bukan sekadar kegiatan bakti sosial. Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi pembelajaran nyata di luar ruang kelas tentang arti kepedulian, empati, kedisiplinan, kerelaan menolong dan semangat gotong royong.
Kepala MAN 2 Solok, Nasrul Hamsyah, S.Ag, hadir langsung bersama Kaur TU MAN 2 Solok Amri, S.Pd.I, M.Pd, Pembina Pramuka Ahmat Nusir, S.Pd, serta anggota Pramuka MAN 2 Solok.
Nasrul mengatakan, keterlibatan Pramuka dalam penanganan dampak bencana merupakan bentuk nyata kepedulian madrasah terhadap masyarakat.
“Kami ingin menanamkan kepada seluruh keluarga besar MAN 2 Solok bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, madrasah harus hadir dan mengambil bagian,” ujar Nasrul.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut para siswa dapat belajar secara langsung mengenai nilai-nilai kemanusiaan yang tidak selalu diperoleh dari proses pembelajaran di dalam kelas.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak Pramuka belajar secara langsung tentang kepedulian, empati, gotong royong, dan keikhlasan dalam membantu sesama,” paparnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Pramuka MAN 2 Solok yang telah ikut ambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak bencana, khususnya di kawasan Kayu Aro.
Nasrul berharap keberadaan para siswa di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat, sekaligus sedikit meringankan beban warga yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak serta menjadi amal kebaikan bagi kita semua. Inilah semangat madrasah: hadir, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Aksi Pramuka MAN 2 Solok tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan karakter tidak berhenti pada teori. Nilai kepedulian justru menemukan maknanya ketika para siswa berani turun langsung, bekerja bersama dan membantu mereka yang sedang membutuhkan.
Dari halaman madrasah menuju lokasi bencana, Pramuka MAN 2 Solok membuktikan bahwa semangat “Pramuka Peduli” bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat. (Rd)











