7.topone.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat usai ditemukannya retakan besar di Bukit Limbang, Jorong Kampung Baru, Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung.
Retakan yang memiliki lebar 50–150 cm dan panjang mencapai 100 meter itu membentuk pola letter U, mengancam sedikitnya 60 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di kawasan tersebut.
Dengan potensi longsor yang diperkirakan mencapai 300.000 m³ material tanah, pemerintah langsung mendirikan 10 tenda darurat sebagai lokasi evakuasi sementara. Tenda-tenda tersebut ditempatkan di area aman untuk menampung warga yang berpotensi terdampak.
Senin malam (8/11/2025), Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok bersama unsur Forkopimcam Kubung meninjau langsung lokasi retakan. Pemerintah daerah juga mengeluarkan imbauan kewaspadaan, terutama bila terjadi hujan lebat selama lima jam atau lebih, karena dapat memicu pergerakan tanah.
“Sebagai langkah awal pencegahan, 10 tenda sudah kami dirikan untuk evakuasi warga. Ini bentuk kesiapsiagaan pemerintah menghadapi ancaman longsor,” ujar petugas BPBD di lokasi.
Sementara itu, Kasi Kamtibmas Penanggulangan Bencana Kecamatan Kubung, Afri Yonedi, SH, menyampaikan bahwa sejumlah warga telah mengungsi sejak malam sebelumnya.
“Kami memastikan keamanan warga adalah prioritas. Beberapa KK sudah keluar dari rumah masing-masing untuk menghindari risiko, dan kami terus memantau pergerakan retakan bukit,” jelasnya.
Langkah sigap Pemkab Solok ini ini merupakan komitmen untuk melindungi masyarakat dan memastikan kehadiran pemerintah di saat kondisi darurat. Selain itu, warga juga diminta tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta tidak kembali ke rumah sampai situasi dinyatakan sepenuhnya aman. (Rd)











