7.topone.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok berhasil menuntaskan rehabilitasi sebanyak 80 unit rumah masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025. Penyelesaian rehabilitasi ini menjadi tonggak penting dalam proses pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan masyarakat kembali memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari rangkaian proses yang dilakukan secara bertahap, mulai dari pendataan, verifikasi, hingga validasi terhadap rumah-rumah terdampak sesuai petunjuk teknis penanganan pascabencana. Setiap rumah diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakannya, yakni rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, S.Sos, mengatakan seluruh tahapan pendataan dilakukan secara teliti agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Pendataan dilakukan secara cermat agar data yang diajukan sesuai dengan kondisi di lapangan. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat yang memenuhi kriteria dapat terdata dan memperoleh haknya tanpa ada yang terlewat,” ujar Khairul, Sabtu (1/8/2026).
Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 80 unit rumah dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang yang tersebar di delapan kecamatan diajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pengajuan tersebut kemudian disetujui melalui program bantuan dana stimulan rehabilitasi rumah bagi masyarakat terdampak bencana.
Dalam program tersebut, masyarakat menerima bantuan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta bagi rumah rusak sedang. Dana stimulan disalurkan langsung melalui Bank Mandiri, sementara proses rehabilitasi dilaksanakan secara swakelola oleh pemilik rumah dengan pendampingan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Solok.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Nopelius, ST, MT, mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya rehabilitasi seluruh rumah yang menjadi sasaran program tersebut.
“Alhamdulillah, bantuan dana stimulan untuk rehabilitasi rumah masyarakat terdampak dapat berjalan dengan lancar dan proses rehabilitasi terhadap 80 rumah telah tuntas. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah untuk terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan benar-benar terlaksana,” katanya.
Meski rehabilitasi rumah rusak ringan dan sedang telah selesai, upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok masih terus berlanjut. Untuk rumah dengan kategori rusak berat, pemerintah telah menyiapkan skema penanganan melalui program pembangunan hunian tetap.
Sebanyak 68 unit rumah akan mendapatkan bantuan melalui program Hunian Tetap (Huntap) Mandiri atau relokasi mandiri yang ditangani oleh BNPB. Sementara itu, sebanyak 60 unit rumah lainnya direncanakan dibangun melalui program Huntap Terpadu yang dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Tuntasnya rehabilitasi 80 rumah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Solok dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, program tersebut juga diharapkan mampu mengembalikan rasa aman masyarakat, membangkitkan semangat untuk kembali menata kehidupan, serta menjadi awal dari harapan baru bagi warga yang terdampak bencana. (Rd)











