Menu

Mode Gelap

Hukum · 5 Aug 2026 WIB ·

Memilih Walinagari: Antara Amanah, Moral, dan Ketaatan pada Hukum


 Memilih Walinagari: Antara Amanah, Moral, dan Ketaatan pada Hukum Perbesar

Oleh: Syafridoerahman

“Negeri ini didominasi oleh patriot yang berani mengorbankan jiwa dan raganya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang bermoral dan taat aturan (hukum) agar tidak terjadi pembangkangan.”

Kalimat tersebut bukanlah bentuk kebencian, bukan pula ancaman yang ditujukan kepada para calon walinagari yang saat ini tengah mengikuti proses demokrasi di nagari masing-masing.

Sebaliknya, ungkapan itu lahir dari kegelisahan atas berbagai fakta, informasi, dan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai perilaku sebagian pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan di tingkat nagari.

Momentum pemilihan walinagari sejatinya bukan hanya tentang memilih siapa yang akan memimpin selama beberapa tahun ke depan. Lebih dari itu, masyarakat sedang menentukan arah pembangunan, pelayanan publik, dan masa depan nagari. Karena itu, memilih pemimpin tidak boleh hanya didasarkan pada kedekatan, popularitas, atau janji-janji politik semata.

Di era digital seperti saat ini, masyarakat memiliki akses yang luas terhadap berbagai informasi. Rekam jejak, integritas, hingga komitmen seseorang terhadap kepentingan masyarakat dapat ditelusuri dengan mudah.

Kesempatan ini semestinya dimanfaatkan untuk mengenali calon pemimpin secara lebih objektif, sehingga tidak kembali mengulang kesalahan yang sama dan berakhir dengan penyesalan setelah pemungutan suara.

Status sebagai tokoh organisasi, pemuka agama, pensiunan, maupun latar belakang profesi lainnya memang dapat menjadi nilai tambah. Namun, hal itu bukan jaminan bahwa seseorang memiliki integritas, rasa takut kepada Tuhan, serta komitmen untuk menjalankan amanah dengan jujur dan adil.

Sejarah telah menunjukkan bahwa penyalahgunaan kekuasaan dapat dilakukan oleh siapa saja ketika moral dan integritas tidak lagi menjadi landasan dalam bertindak.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu menjadikan akhlak, kejujuran, kepatuhan terhadap hukum, serta keberpihakan kepada kepentingan rakyat sebagai ukuran utama dalam menentukan pilihan.

Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu berlaku adil, mengayomi seluruh lapisan masyarakat, serta tidak menjadikan jabatan sebagai alat untuk memenuhi kepentingan pribadi maupun kelompok.

Pesan yang sama juga patut menjadi pengingat bagi seluruh calon walinagari. Amanah yang diberikan masyarakat harus dijalankan sesuai koridor hukum dan peraturan yang berlaku. Setiap langkah pemimpin akan selalu menjadi perhatian masyarakat. Sedikit saja menyimpang dari aturan, kepercayaan publik dapat runtuh dalam sekejap.

Kepemimpinan yang baik bukan hanya diukur dari keberhasilan membangun infrastruktur atau menjalankan program kerja, tetapi juga dari keteladanan yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Sebab, jabatan adalah titipan, sementara nama baik dan integritas akan dikenang jauh setelah masa kepemimpinan berakhir.

Pada akhirnya, demokrasi nagari akan melahirkan pemimpin sesuai dengan pilihan masyarakatnya. Karena itu, gunakan hak pilih dengan bijaksana. Pilihlah sosok yang memiliki moral, takut kepada Allah SWT, menjunjung tinggi hukum, serta benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat.

Jangan biarkan amanah yang begitu besar dikotori oleh nafsu, ambisi, dan keserakahan, karena keteladanan seorang pemimpin adalah warisan paling berharga bagi masa depan nagari. ***

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Kabupaten Solok Sahkan Perubahan APBD 2026, Perkuat Komitmen Anggaran untuk Kepentingan Masyarakat

11 September 2026 - 22:09 WIB

Siswi MAN 2 Solok Raih Bronze Medal di Ajang Southeast Asia Olympiad 2026

11 September 2026 - 02:37 WIB

Satu Dekade Berkarya, Top Media Group Didorong Semakin Profesional dan Berintegritas

5 September 2026 - 12:09 WIB

Ketua DPRD Solok Ivoni Munir Apresiasi SE2026: Data Akurat Jadi Kunci Kebijakan Tepat Sasaran

3 September 2026 - 19:45 WIB

Ricko Fernandes, Pengusaha Muda Solok yang Aktif di Dunia Usaha dan Organisasi

31 August 2026 - 22:44 WIB

Kabupaten Solok Raih Tiga Sertifikat WBTBI dari Kementerian Kebudayaan RI, Bukti Komitmen Merawat Warisan Budaya Minangkabau

28 August 2026 - 20:18 WIB

Trending di Advertorial