Foto Ilustrasi
7.topone.id – Ketenangan warga Ubun-Ubun, Jorong Ujung Ladang, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, mendadak berubah menjadi kecemasan yang mencekam. Dalam dua hari terakhir, seekor Harimau Sumatra dilaporkan berkeliaran hingga mendekati area permukiman warga.
Awalnya, kemunculan predator dilindungi tersebut hanya terpantau di kawasan perladangan. Namun situasi berubah drastis setelah hewan buas itu memangsa seekor anjing penjaga ladang milik warga. Sejak saat itu, jejak harimau dilaporkan semakin mendekat ke perkampungan.
Bekas tapak kaki yang ditemukan di sekitar permukiman menjadi bukti nyata keberadaan sang “raja rimba”. Kondisi ini sontak memicu ketakutan di tengah masyarakat.
Saat senja tiba, aktivitas warga pun praktis terhenti. Pintu-pintu rumah ditutup rapat, dan suasana kampung yang biasanya hidup berubah sunyi. Warga memilih bertahan di dalam rumah, diliputi rasa waswas akan ancaman yang sewaktu-waktu bisa muncul.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena keberadaan harimau belum terpantau secara pasti. Hingga kini, belum diketahui jumlah hewan yang berkeliaran, ditambah tidak adanya kamera pengawas (CCTV) di kawasan tersebut, sehingga pergerakan predator sulit dipantau.
Pemerintah nagari setempat pun bergerak cepat. Walinagari Koto Sani, Erinal Dianto, SH, telah mengirimkan surat resmi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Kabupaten Solok guna meminta penanganan segera.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Golkar, Trio Karno Vivo, yang juga merupakan putra asli Ujung Ladang, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Untuk sementara waktu, kurangi aktivitas ke ladang. Jika terpaksa, jangan pergi sendiri karena sangat berisiko,” tegas Trio Karno Vivo, Jumat (17/04/2026).
Ia juga mengingatkan warga untuk selalu beraktivitas secara berkelompok dan menghindari area yang berpotensi menjadi jalur lintasan satwa liar.
Dengan semakin seringnya jejak harimau ditemukan di sekitar permukiman, kekhawatiran akan potensi jatuhnya korban jiwa kian meningkat. Warga berharap pihak terkait segera turun tangan dan melakukan penanganan sesuai prosedur, agar situasi kembali aman dan kondusif.
Wilayah Ubun-Ubun sendiri diketahui berbatasan langsung dengan kawasan hutan, yang menjadi habitat alami Harimau Sumatra. Kondisi ini diduga menjadi salah satu faktor yang memicu satwa tersebut keluar dari habitatnya. (Rd)











