7.TOPONE.ID – Medali emas pertama Kabupaten Solok pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 ternyata harus dibayar dengan perjuangan yang tidak ringan. Taekwondoin muda Kabupaten Solok, Geza Dilaela, harus menjalani operasi setelah mengalami patah tangan usai bertarung habis-habisan di nomor Kyorugi Under 55 kilogram. Namun, cedera tersebut tidak menghapus kebanggaan atas prestasi yang telah dipersembahkannya untuk Kabupaten Solok.
Senin malam (5/10/2026), Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Solok, Doni Zulkifli, ST, bersama jajaran datang langsung menjenguk Geza yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Tentara (RST) Solok.
Tak sekadar memberikan dukungan moril, Doni juga menyerahkan bonus spontan sebesar Rp1,5 juta kepada Geza sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannya mempersembahkan emas perdana bagi Kabupaten Solok.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Bendahara Umum KONI Kabupaten Solok Joni Krisnofel, SH, Wakil Ketua Umum IV Fadly Arsyad, S.Pd., Wakil Sekretaris Hary Gusrinanda, SE, Ketua Bidang Sport Science Ibenzani, M.Pd., serta Ketua Bidang Media dan Informasi Rijal Islamy.
Rombongan KONI Kabupaten Solok diterima langsung Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Solok Ridho Putra Harry, pelatih Syalwa Ivo Mahardika, para taekwondoin, serta keluarga Geza.
Doni memberikan semangat kepada Geza agar tidak larut dalam cedera dan segera memulihkan kondisi. Sebagai seorang pelajar, Geza juga diingatkan untuk kembali fokus terhadap pendidikan setelah proses pemulihan selesai.
“Ternyata, emas pertama Kabupaten Solok harus ‘dibayar’ dengan cedera patah tangan. Kita sangat salut dengan perjuangan Geza. Hari ini kita serahkan bonus spontan kepada Geza Dilaela. Ini di luar reward medali emas dari Pemkab Solok nantinya,” ujar Doni.
Menurut Doni, reward idealnya memang diberikan sesaat setelah atlet meraih medali sebagai bentuk penghargaan sekaligus pemantik semangat bagi atlet lainnya.
“Semestinya reward tersebut diserahkan sesaat setelah atlet meraih medali emas. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat bagi atlet-atlet lain untuk mengejar prestasi,” katanya.
Dari Medali Emas ke Meja Operasi
Geza meraih medali emas setelah tampil luar biasa pada nomor Kyorugi Under 55 kilogram di GOR Alimin Sinapa, Tanjung Paku, Kota Solok, Sabtu (3/10/2026). Perjuangannya semakin berat karena pada partai final, Geza harus berhadapan dengan taekwondoin tuan rumah Kota Solok.
Namun, mental tandingnya tidak goyah. Geza berhasil keluar sebagai juara sekaligus mencatatkan namanya sebagai penyumbang medali emas pertama bagi kontingen Kabupaten Solok di Porprov XVI Sumbar 2026. Ironisnya, usai pertandingan, Geza harus mendapatkan perawatan akibat cedera pada tangannya hingga akhirnya menjalani operasi di RST Solok.
Ketua Pengcab TI Kabupaten Solok, Ridho Putra Harry, menyampaikan apresiasi atas perhatian KONI Kabupaten Solok terhadap kondisi Geza. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa perhatian terhadap atlet tidak berhenti ketika pertandingan selesai.
“Terima kasih atas kunjungan Ketua KONI Kabupaten Solok beserta jajarannya. Disaksikan seluruh atlet dan keluarga, KONI membuktikan bahwa kebersamaan dan persaudaraan tetap terjaga,” ungkap Ridho.
Ia menilai, perhatian tersebut semakin berarti karena Kabupaten Solok saat ini masih berada dalam suasana duka akibat bencana Galodo Arosuka.
Usai Operasi, Geza Terus Menyebut Nama Bupati
Ada cerita menarik yang muncul setelah Geza menjalani operasi. Menurut keluarga Geza dan keluarga besar Taekwondo Kabupaten Solok yang setia mendampingi sejak sebelum hingga sesudah operasi, Geza beberapa kali menyebut nama Bupati Solok Jon Firman Pandu ketika masih berada di bawah pengaruh obat bius.
Dalam kondisi setengah sadar, Geza berulang kali mengatakan bahwa Bupati Jon Firman Pandu akan datang menjenguknya. Bahkan, dalam “gigauan”-nya, Geza sempat menyebut Bupati Solok sedang berada di RST untuk mengunjunginya.
“Berulang kali Geza menyebut nama Jon Firman Pandu. Dia mengatakan Jon Firman Pandu akan mengunjunginya dan beberapa kali menggigau Bupati Jon Firman Pandu sedang mengunjunginya,” ungkap keluarga Geza.
Cerita tersebut kemudian menjadi perhatian rombongan KONI yang malam itu berada di RST Solok. Sejumlah pengurus KONI bahkan sempat mencoba menghubungi Bupati Jon Firman Pandu, namun belum berhasil tersambung.
Menariknya, setelah rombongan KONI meninggalkan RST Solok, Jon Firman Pandu justru menelepon balik. Sang bupati menyampaikan permohonan maaf karena belum sempat hadir malam itu sekaligus memastikan dirinya akan datang langsung menjenguk Geza.
“Mohon maaf, beribu kali maaf. Sesegera mungkin saya akan mengunjungi Geza Dilaela. Rencananya, besok saya akan langsung ke RST mengunjungi Geza,” ujar Jon Firman Pandu.
Bupati: Geza Membuktikan Mental Urang Kabupaten Solok
Sebelumnya, Jon Firman Pandu telah menyampaikan ucapan selamat kepada Geza atas keberhasilannya mempersembahkan emas pertama Kabupaten Solok di Porprov XVI Sumbar 2026. Menurut Jon Firman Pandu, keberhasilan Geza memiliki arti penting karena diraih melalui perjuangan keras, terlebih pada partai final harus menghadapi atlet tuan rumah.
“Selamat kepada Geza Dilaela. Atas nama Pemkab Solok dan masyarakat Kabupaten Solok, kami sangat bangga! Selain emas perdana untuk Kabupaten Solok di Porprov 2026, Geza Dilaela telah membuktikan kuatnya mental ‘urang’ Kabupaten Solok,” katanya.
Ia menilai Geza telah menunjukkan bahwa keberanian dan mental juara tidak mudah goyah meski bertanding di daerah lain dan menghadapi atlet tuan rumah.
“Meskipun bertanding di daerah lain dan melawan atlet tuan rumah, mentalnya sama sekali tidak goyah. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet lain di Porprov 2026 ini. Sekali lagi, kami sangat bangga!” ujarnya.
Bukan Prestasi Pertama Geza
Medali emas Porprov XVI Sumbar 2026 bukanlah prestasi pertama yang ditorehkan Geza Dilaela. Taekwondoin asal Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, tersebut sebelumnya meraih medali perak Kyorugi Under 55 kilogram pada Indonesia Inter Student Taekwondo Championship 2 tahun 2024.
Setahun kemudian, Geza kembali naik podium dengan meraih medali emas Kyorugi Under 55 kilogram pada Kapolda Sumbar Taekwondo Championship 2025. Kini, namanya semakin harum setelah berhasil mempersembahkan emas perdana Kabupaten Solok di Porprov XVI Sumbar 2026.
Cedera patah tangan yang dialaminya memang menjadi harga mahal dari sebuah perjuangan. Namun, bagi Geza dan keluarga besar olahraga Kabupaten Solok, medali emas tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan keras, keberanian dan mental juara tidak pernah sia-sia.
Dari arena pertandingan, Geza memang harus dibawa ke meja operasi. Tetapi dari perjuangan itu pula, lahir sebuah catatan manis bagi Kabupaten Solok. Dan setelah tangan yang patah itu pulih, Geza tentu masih memiliki perjalanan panjang untuk kembali mengejar prestasi.
“Saya berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet Kabupaten Solok lainnya. Semoga ke depan saya juga bisa terus berlatih, memperbaiki kekurangan dan meraih prestasi yang lebih tinggi untuk Kabupaten Solok,” tutur Geza. (Rd)











