Menu

Mode Gelap

News · 27 Jul 2025 WIB ·

Bupati Solok Gerak Cepat Atasi Krisis Air: Hujan Buatan Berhasil Redakan Kekeringan dan Cegah Karhutla


 Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

7.topone.id – Musim kering yang melanda Kabupaten Solok selama lebih dari dua bulan terakhir kini mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok di bawah kepemimpinan Bupati Jon Firman Pandu, SH, bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kekeringan ekstrem dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Operasi yang dimulai pada Jumat (25/7/2025) ini difokuskan di dua wilayah terdampak paling parah, yakni Kabupaten Solok dan Kabupaten Limapuluh Kota. Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Dedi Kurniawan, menyebutkan bahwa kedua daerah tersebut telah menetapkan status tanggap darurat Karhutla.

“Modifikasi cuaca diharapkan mampu menurunkan potensi kebakaran sekaligus memenuhi kembali kebutuhan air masyarakat,” jelas Desindra.

Langkah cepat ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi intensif yang dilakukan langsung oleh Bupati Solok dengan BNPB di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Jon Firman Pandu menyampaikan urgensi penanganan kekeringan yang telah berlangsung lebih dari 60 hari, berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan kegiatan pertanian masyarakat.

“Kami tidak tinggal diam melihat situasi ini. Koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tegas Bupati Jon Firman Pandu.

Tak hanya berkoordinasi dari balik meja, Bupati Solok turut meninjau langsung pelaksanaan OMC di Posko Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Di sana, ia menyaksikan proses penyemaian awan menggunakan pesawat dengan menaburkan garam (NaCl) ke atmosfer sebagai pemicu terbentuknya hujan.

Hasilnya tak mengecewakan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akhirnya turun di sebagian wilayah Kabupaten Solok pada Sabtu (26/7/2025). Masyarakat, khususnya petani, menyambutnya dengan suka cita.

“Alhamdulillah, hujan sudah turun di wilayah kita. Ini sangat membantu petani dan masyarakat yang sudah lama menanti,” ujar Jon Firman Pandu dengan penuh rasa syukur.

Air hujan tersebut diharapkan mampu menekan potensi Karhutla, mengisi kembali sumber air tanah, serta memperlancar irigasi pertanian. Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan akan terus memantau perkembangan cuaca dan tetap siaga menghadapi kemungkinan lanjutan.

OMC ini menjadi bukti nyata efektivitas sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam merespons tantangan perubahan iklim dan bencana alam. Komitmen, komunikasi yang solid, serta aksi nyata dinilai menjadi kunci dalam melindungi masyarakat dari dampak cuaca ekstrem. (Rd)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Solok dan KONI Tinjau Seleksi Atlet Sepak Bola Porprov 2026, Beri Motivasi dan Dukungan Penuh

21 June 2026 - 13:40 WIB

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

11 June 2026 - 22:38 WIB

DPRD Kabupaten Solok Gelar Paripurna Penyerahan LHP BPK, Tegaskan Komitmen Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel

8 June 2026 - 17:13 WIB

Kabupaten Solok Kembali Raih Opini WTP, DPRD dan Pemkab Perkuat Sinergi Pengawasan

29 May 2026 - 22:12 WIB

DPRD Kabupaten Solok Bahas Matang Pilwana Serentak, E-Voting Jadi Sorotan Utama

25 May 2026 - 22:26 WIB

DPRD Kabupaten Solok Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Soroti Pelayanan dan Manajemen

25 May 2026 - 19:24 WIB

Trending di News