Menu

Mode Gelap

News · 11 Jan 2026 WIB ·

Warisan Sikumbang dan Jejak PDRI di Diri Vasko Ruseimy


 Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Oleh: Syafridoerahman Malin Sati

7.topone.id – Tidak semua kebanggaan lahir dari jabatan. Ada kebanggaan yang tumbuh dari akar, dari silsilah, dari sejarah yang lama terpendam lalu menemukan momentumnya kembali. Itulah yang dirasakan banyak orang Minangkabau ketika mengetahui bahwa Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, bersuku Sikumbang yang dalam tatanan adat sekaum dengan Tanjuang.

Sebelumnya, juga diketahui bahwa Gubernur Sumbar dua periode hasil pemilihan Gubernur 2010 dan 2015, Irwan Prayitno Datuak Rajo Bandaro Basa atau yang biasa dipanggil dengan inisial IP, juga bersuku “Tanjuang”.

Sebagai anak kemenakan yang juga berada dalam lingkaran suku yang sama, fakta ini bukan sekadar catatan adat, melainkan ruang edukasi lintas generasi bahwa kepemimpinan di Minangkabau tidak pernah terlepas dari garis sejarah dan tanggung jawab moral.

Nama Vasko Ruseimy selama ini dikenal publik sebagai politisi muda Partai Gerindra, pengusaha, sekaligus kreator digital melalui kanal Macan Idealis. Namun, sebuah sisi lain terungkap ke publik saat dirinya melaksanakan Safari Ramadan bersama Tim Safari Ramadan (TSR) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar di Masjid Tazkir Bela Negara, Jorong Aie Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin, 3 Maret 2025.

Di hadapan jamaah dan tokoh masyarakat, Vasko Ruseimy mengungkapkan kisah yang jarang diketahui, dimana dirinya adalah cucu dari Abdul Majid. Seorang tokoh yang mempertaruhkan nyawa mendampingi Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam menjalankan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.

Pengakuan itu bukan disampaikan dengan nada politis, melainkan dengan emosi yang jujur. Sosok Wagub Sumbar yang dikenal enerjik itu tampak menahan haru ketika mengenang kiprah sang kakek, tangan kanan seorang negarawan yang menyelamatkan keberlangsungan Republik Indonesia di masa paling genting.

“Hadir di sini, saya merasakan semangat yang luar biasa. Kakek saya, Abdul Majid, pernah menjadi ajudan Bapak Syafruddin Prawiranegara. Masjid ini adalah tempat beliau-beliau bersujud dan menyusun strategi di masa perang,” tutur Vasko Ruseimy.

Dijelaskannya, Masjid Tazkir Bela Negara sendiri bukan sekadar rumah ibadah. Ia adalah saksi bisu sejarah. Nama Tazkir yang berarti kenangan, diberikan langsung oleh Syafruddin Prawiranegara sebagai penanda kedamaian dan kekuatan spiritual yang beliau rasakan saat menunaikan salat Subuh di masjid tersebut selama masa gerilya.

“Saya ingin masjid ini terus menjadi simbol perjuangan. Kita tidak boleh lupa, dari nagari kecil di kaki Gunuang Omeh inilah kedaulatan Indonesia pernah dipertaruhkan dan diselamatkan,” tegasnya.

Kini, Vasco Ruseimy mengemban amanah sebagai Wagub Sumbar periode 2025–2030, mendampingi Gubernur Mahyeldi Ansharullah. Lahir di Jakarta pada 13 Juli 1986 dari pasangan perantau Minangkabau, Vasko Ruseimy tumbuh dalam modernitas, namun tidak tercerabut dari akar.

Dengan gelar adat Sutan Nagari Sati, ia berupaya membawa visi ekonomi kreatif dan pembangunan modern ke Ranah Minang, seraya tetap berpijak pada nilai sejarah dan kearifan lokal.

Jika dahulu Abdul Majid berjuang melalui pengawalan, strategi, dan keberanian fisik, maka cucunya kini berjuang melalui kebijakan publik, pembangunan nagari, dan pemberdayaan masyarakat. Medannya berbeda, tetapi semangat pengabdiannya sama.

Kunjungan Vasco Ruseimy ke Nagari Koto Tinggi menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati tidak lahir dari ruang kosong. Ia dibentuk oleh sejarah, diasah oleh nilai adat, dan diuji oleh tanggung jawab zaman.

Langkah-langkahnya membangun nagari-nagari terpencil di Sumbar bukan sekadar program pemerintahan, melainkan gema pesan sang kakek, yaitu, bahwa “Pengabdian kepada tanah air tidak pernah selesai oleh waktu, dan tidak dibatasi oleh jabatan”. ***

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekolah Serba Terbatas di Parambahan, Iskan Nofis Tersentuh dan Janji Perjuangkan di DPRD

12 May 2026 - 20:35 WIB

Di Tengah Tudingan, Fokus Bupati Solok Tetap pada Kepentingan Rakyat

8 May 2026 - 08:16 WIB

Ketua DPRD Solok Sampaikan Apresiasi dan Ucapan Selamat untuk Medison dan Fathanaini

7 May 2026 - 20:53 WIB

MAN 1 Solok dan Ponpes Al Madinah Juara Law Debate Competition 2026

7 May 2026 - 15:46 WIB

Keluarga Apresiasi Penanganan Cepat Protokoler Wagub Sumbar Pascakecelakaan Remaja di Talang

6 May 2026 - 19:14 WIB

Gen Z Diajak Melek Hukum, LAW Debate Competition 2026 Resmi Digelar di UMMY Solok

5 May 2026 - 11:00 WIB

Trending di Hukum