Menu

Mode Gelap

News · 5 Jul 2025 WIB ·

Sawah Kekeringan Bertahun-tahun, Trio Karno Vivo Siap Perjuangkan Perbaikan Kapalo Banda Batang Puniak


 Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

7.topone.id — Puluhan hektar sawah di Jorong Kasiak dan Jorong Limo Niniak, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok, kembali dilanda kekeringan. Sudah lebih dari satu dekade masyarakat di kawasan ini harus menghadapi kesulitan akibat aliran irigasi yang terputus, menyebabkan gagal panen dan matinya tanaman pertanian.

“Sudah bertahun-tahun sawah kami tak berfungsi, air tak ada, padi hangus, sayur dan buah-buahan pun mati,” ujar salah seorang petani setempat.

Warga menyebut, kondisi ini berdampak pada lebih dari sepuluh hektar sawah, dengan potensi kerugian mencapai 250 sukat benih dan panen hingga 30 ton lebih yang gagal terealisasi.

Penyebab utama kekeringan ini adalah rusaknya Kapalo Banda Batang Puniak yang berada di ujung kampung, tertimbun material perbukitan. Kapalo Banda ini sebelumnya menjadi sumber utama pengairan sawah di wilayah tersebut.

Satu-satunya harapan masyarakat adalah membangkitkan kembali Kapalo Banda tersebut. Untuk itu, dibutuhkan perbaikan serius termasuk pembangunan ulang bak tampung yang tertimbun.

“Kalau kapalo banda ini hidup kembali, kami bisa garap sawah seperti dulu. Bahkan sawah di Tunggul Buto yang selama ini hanya mengandalkan hujan bisa ikut panen lebih awal,” ucap seorang tokoh masyarakat penuh harap.

Menjawab aspirasi masyarakat tersebut, anggota DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Golkar, Trio Karno Vivo, pada Sabtu (05/7/2025), turun langsung ke lokasi Kapalo Banda Batang Puniak. Kunjungan ini sebagai bentuk komitmen dan respon cepat terhadap keluhan masyarakat Nagari Koto Sani yang dikenal sebagai daerah agraris.

Dalam pertemuan bersama warga di lokasi, Trio Karno Vivo yang akrab disapa “Kayo” itu menyatakan kesiapannya memperjuangkan perbaikan embung kecil tersebut melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

“Insyaallah, perbaikan pengedaman ini akan saya masukkan dalam Pokir tahun 2026 sebesar seratus juta rupiah. Kita berharap program ini bisa berjalan sesuai aturan dan memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian yang sudah lama lumpuh,” ujar Trio Karno Vivo.

Kehadiran dan komitmen Trio Karno Vivo memberikan sinyal positif bagi masa depan pertanian di Kasiak dan Limo Niniak. Masyarakat berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Solok turut mendukung langkah ini agar pembangunan Kapalo Banda bisa segera direalisasikan.

Dengan kembalinya aliran air ke sawah, harapan petani untuk kembali hidup sejahtera perlahan bisa kembali disemai. (Rd)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekolah Serba Terbatas di Parambahan, Iskan Nofis Tersentuh dan Janji Perjuangkan di DPRD

12 May 2026 - 20:35 WIB

Di Tengah Tudingan, Fokus Bupati Solok Tetap pada Kepentingan Rakyat

8 May 2026 - 08:16 WIB

Ketua DPRD Solok Sampaikan Apresiasi dan Ucapan Selamat untuk Medison dan Fathanaini

7 May 2026 - 20:53 WIB

MAN 1 Solok dan Ponpes Al Madinah Juara Law Debate Competition 2026

7 May 2026 - 15:46 WIB

Keluarga Apresiasi Penanganan Cepat Protokoler Wagub Sumbar Pascakecelakaan Remaja di Talang

6 May 2026 - 19:14 WIB

Gen Z Diajak Melek Hukum, LAW Debate Competition 2026 Resmi Digelar di UMMY Solok

5 May 2026 - 11:00 WIB

Trending di Hukum