Menu

Mode Gelap

News · 8 Apr 2026 WIB ·

Ketika Niat Baik Dipersoalkan, Hibah Gaji Bupati Solok Jadi Polemik


 Ketika Niat Baik Dipersoalkan, Hibah Gaji Bupati Solok Jadi Polemik Perbesar

Oleh: Syafridoerahman

7.topone.id – Di tengah dinamika politik dan derasnya arus informasi digital, sebuah tindakan sederhana namun penuh makna justru bisa berubah menjadi polemik. Apa yang dilakukan oleh semestinya menjadi teladan, bukan bahan kontroversi.

Bupati Solok, Dr. HC. Jon Firman Pandu, SH, memilih untuk menghibahkan gajinya selama masa jabatan kepada Masjid Al Munawarah Talang, Kecamatan Gunung Talang. Jika dihitung, dengan gaji sekitar Rp5 juta per bulan, total yang disalurkan hingga akhir masa jabatan mencapai lebih dari Rp240 juta. Sebuah angka yang tidak kecil, terlebih jika dilihat dari niat dan konsistensinya.

Langkah ini tentu bukan tanpa alasan. Masjid Al Munawarah bukan sekadar tempat ibadah biasa. Ia merupakan Masjid Agung pertama Kabupaten Solok yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan diresmikan pada tahun 1983 oleh Gubernur Sumatera Barat saat itu Bapak Azwar Anas. Dengan status historis dan simbolis tersebut, wajar jika perhatian khusus diberikan oleh kepala daerah.

Namun, di tengah niat baik tersebut, muncul suara-suara sumbang. Ada yang mempersoalkan, ada pula yang mencoba mengaitkan dengan kepentingan politik. Bahkan, isu kecemburuan sosial antar pengurus masjid pun ikut mencuat. Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam ruang publik, tidak semua kebaikan diterima dengan sudut pandang yang jernih.

Padahal, jika dilihat secara menyeluruh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok melalui berbagai program seperti Tim Safari Ramadan (TSR) setiap tahunnya telah menyalurkan bantuan ke banyak masjid di berbagai wilayah. Artinya, perhatian terhadap rumah ibadah tidak hanya terpusat di satu titik.

Di sinilah pentingnya kedewasaan masyarakat dalam menyikapi informasi. Era digital menuntut setiap individu untuk lebih selektif, tidak mudah terprovokasi, dan mampu membedakan antara fakta, opini, serta narasi yang sarat kepentingan.

Apa yang dilakukan oleh seorang kepala daerah dengan menyisihkan penghasilannya untuk kepentingan umat sejatinya adalah bentuk pengabdian yang patut diapresiasi. Terlepas dari latar belakang politik, tindakan tersebut mengandung nilai moral dan sosial yang tinggi.

Sudah seharusnya kebaikan tidak dipelintir menjadi isu negatif. Sebab jika setiap niat baik selalu dicurigai dan dipolitisasi, maka bukan tidak mungkin ke depan akan semakin sedikit orang yang berani berbuat tulus di ruang publik.

Pada akhirnya, masyarakatlah yang menjadi penilai utama. Dan masyarakat yang cerdas tidak akan mudah digiring oleh isu, melainkan akan melihat substansi bahwa membantu rumah ibadah adalah perbuatan mulia, siapa pun yang melakukannya. ***

Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lima Jabatan Strategis di Polres Solok Berganti, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Prima

6 August 2026 - 17:39 WIB

Memilih Walinagari: Antara Amanah, Moral, dan Ketaatan pada Hukum

5 August 2026 - 09:04 WIB

Kolaborasi Pemkab Solok–ITB Wujudkan Alahan Panjang Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia

4 August 2026 - 21:14 WIB

BPBD Kabupaten Solok Tuntaskan Rehabilitasi 80 Rumah Terdampak Bencana, Warga Kembali Miliki Hunian Layak

2 August 2026 - 11:36 WIB

Jelang Purna Tugas, Jasra Arnoda Tutup 37 Tahun Pengabdian dengan Pesan Integritas bagi ASN

30 July 2026 - 19:46 WIB

Disparbud Solok Dukung “Silek Masuk Sekolah”, Marcos Sophan: Bentuk Generasi Berkarakter dan Majukan Wisata Budaya

26 July 2026 - 10:49 WIB

Trending di News