7.topone.id – Suasana khidmat menyelimuti Ruang Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok pada Kamis pagi (09/04/2026). Di tengah nuansa kebersamaan pasca Idul Fitri, Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Solok ke-113 berlangsung penuh makna dimana bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi titik refleksi perjalanan panjang daerah ini.
Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, S.Farm, Apt, membuka sidang dengan penuh wibawa. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan hanya tentang mengenang usia, melainkan momentum untuk menilai sejauh mana langkah pembangunan telah membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
“Ini adalah saat untuk melihat kembali perjalanan kita. Apa yang telah dicapai, dan apa yang masih harus diperjuangkan,” ujar Ivoni Munir.
Kehadiran berbagai tokoh penting semakin menegaskan arti strategis momentum ini. Mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), kepala daerah se-Sumbar, hingga tokoh masyarakat dan jajaran pemerintahan daerah. Semua menyatu dalam satu semangat, yaitu membangun Kabupaten Solok yang lebih kuat dan berdaya.

Pesan optimisme datang dari Pemprov Sumbar yang disampaikan melalui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Syefdinon. Ia mengapresiasi capaian pembangunan Kabupaten Solok sekaligus menegaskan komitmen provinsi untuk terus mendukung, terutama dalam percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang sempat melanda.
Ajakan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi pun digaungkan, dimana sebuah pesan yang terasa relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
Nuansa emosional semakin terasa ketika tokoh masyarakat, Syamsu Rahim, menyampaikan sambutannya. Dengan penuh kebanggaan, ia menyoroti kemajuan Kabupaten Solok dari masa ke masa, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan sebagai fondasi utama pembangunan.
“Identitas kita adalah kekuatan kita,” pesan Syamsu Rahim, singkat namun sarat makna.

Sementara itu, Bupati Solok, Dr. HC. Jon Firman Pandu, SH, membawa suasana ke dalam refleksi yang lebih mendalam. Ia menyebut bahwa peringatan tahun ini memiliki makna ganda. Di satu sisi masih dalam suasana kemenangan Idul Fitri 1447 Hijriah, namun di sisi lain juga diwarnai duka akibat bencana yang melanda.
“Kita belajar bahwa dalam setiap ujian, selalu ada kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan ketangguhan,” ucap Jon Firman Pandu.
Bupati Solok menegaskan, bahwa perjalanan 113 tahun Kabupaten Solok bukanlah hal yang singkat. Dari masa perjuangan hingga era transformasi, daerah ini terus tumbuh dengan kekuatan pada sumber daya alam, kekayaan budaya, serta nilai gotong royong yang mengakar kuat di tengah masyarakat.
Dengan mengusung tema “Bekerja, Berkarya, Semakin Berdampak”, arah pembangunan ke depan difokuskan pada hasil nyata, yaitu bukan sekadar program, tetapi dampak langsung bagi masyarakat.
Fokus tersebut diwujudkan melalui penguatan sektor pertanian, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

Lebih dari itu, Bupati Solok juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama, memperkuat kolaborasi, dan menjaga semangat gotong royong sebagai kunci utama kemajuan daerah.
Dalam momen penuh refleksi itu, apresiasi turut disampaikan kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi, termasuk kepada Syamsu Rahim atas dedikasi, dan pengabdiannya saat memimpin Kabupaten Solok pada periode 2010–2015.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Solok menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai titik awal untuk melangkah lebih jauh. Bekerja lebih keras, berkarya lebih cerdas, dan menghadirkan dampak yang lebih luas.
Di usia ke-113 ini, Kabupaten Solok tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga meneguhkan arah masa depan yaitu menuju daerah yang lebih tangguh, inovatif, dan sejahtera. ***











