7.topone.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok, Ivoni Munir, S.Farm, Apt, didampingi Wakil Ketua Armen Plani dan Mukhlis, memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Gedung Pertemuan DPRD Kabupaten Solok, Senin (9/2/2026).
Rapat yang digelar terbuka untuk umum tersebut secara khusus membahas pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Solok. RDP menghadirkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Badan Keuangan Daerah (BKD), serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Dalam forum tersebut, pimpinan dan anggota DPRD mengkritisi sejumlah persoalan terkait pelaksanaan PIP, mulai dari ketepatan sasaran penerima, validitas data, mekanisme penyaluran, hingga pengawasan program.
Perwakilan BKD Kabupaten Solok, Syafnur, menjelaskan terkait penerimaan gaji dan upah yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026. Sementara itu, Kepala BKPSDM, Jufrisal, memaparkan mengenai status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu kategori Gori 2 dan 3.
Sejumlah anggota DPRD menyampaikan pandangan kritis dan masukan konstruktif. Anggota DPRD Basrizal menyoroti kendala geografis yang dihadapi siswa penerima PIP, khususnya terkait jarak tempuh menuju bank penyalur yang cukup jauh dari nagari maupun kecamatan.
Anggota DPRD Iskanofis menekankan pentingnya penyaluran PIP di daerah pemilihan dengan melibatkan anggota DPRD sebagai bentuk kolaborasi dan transparansi. Ia juga mengingatkan agar Dinas Pendidikan lebih fokus pada realisasi program secara substansial, bukan sekadar kegiatan seremonial, serta memastikan data penerima benar-benar valid.
Sementara itu, Yetty Aswaty mempertanyakan acuan data penerima PIP, mekanisme pengawasan, serta ketepatan sasaran bantuan. Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran langsung Kepala Dinas Pendidikan dalam forum resmi DPRD sebagai bentuk tanggung jawab institusional.
Anggota DPRD Nazar Bakri mengungkapkan bahwa pihaknya menerima surat dari 13 orang guru yang ditujukan kepada Ketua DPRD terkait persoalan pendidikan di Kabupaten Solok.
Sorotan juga datang dari Mulyadi yang menyebutkan bahwa dari sekitar 23 ribu siswa yang diusulkan sebagai penerima PIP, baru sekitar 13 ribu siswa yang terealisasi. Ia menilai perlu adanya evaluasi dan pengawasan agar bantuan tepat sasaran.
Selain itu, Jamaris mengusulkan penambahan unit sekolah baru di Kecamatan Danau Kembar mengingat adanya sekolah yang mengalami kelebihan kapasitas siswa. Wakil Ketua DPRD Mukhlis turut menyoroti meningkatnya kasus perundungan (bullying) dan kenakalan pelajar yang bahkan telah masuk ranah hukum, sehingga memerlukan perhatian serius dari Dinas Pendidikan.
Mewakili Sekretariat Daerah, Asisten III Setda Kabupaten Solok, Eva Nasri, menegaskan bahwa ketidakhadiran Kepala Dinas Pendidikan dalam forum DPRD menjadi perhatian serius pimpinan daerah, mulai dari Sekretaris Daerah, Wakil Bupati, hingga Bupati Solok. Ia menegaskan hal tersebut tidak boleh terulang kembali ke depan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Nila, menjelaskan bahwa masih terdapat sejumlah rekening siswa penerima PIP yang tidak aktif, sehingga memerlukan proses aktivasi ulang. Selain itu, terdapat pula siswa yang telah berpindah sekolah.
Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan tidak memiliki kewenangan langsung dalam penyaluran PIP karena program tersebut merupakan kewenangan Kementerian Pendidikan yang disalurkan langsung ke rekening siswa. Meski demikian, pihaknya berkomitmen membantu proses administrasi agar pencairan bantuan dapat berjalan lancar.
“Untuk tahap pertama, proses telah diselesaikan oleh kepala sekolah. Tahap selanjutnya menunggu kelengkapan administrasi melalui operator sekolah,” jelasnya.
Menutup rapat, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan PIP agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ia juga menekankan perlunya kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga pihak sekolah, guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Rapat berlangsung dinamis dan hangat, diselingi suasana cair berkat kepiawaian Ivoni Munir dalam memimpin jalannya diskusi. Turut hadir dalam RDP tersebut pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris DPRD, Asisten III Setda, perwakilan BKPSDM, BKD, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta perwakilan guru. (Rd)











