7.topone.id – Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika perubahan zaman, kebutuhan akan generasi yang kritis dan sadar hukum semakin mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok bersama Pusat Studi Hukum dan Humaniora Meester Yamin Law Center (MYLC) akan menggelar Law Debate Competition 2026.
Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Mei 2026 di Kampus II UMMY Solok, Jalan Tembok Raya, Kelurahan Nan Balimo, Kota Solok, dan diperuntukkan bagi pelajar SMA/SMK/MA se-Kota dan Kabupaten Solok.
Mengusung tema “Hukum Indonesia dalam Perspektif Generasi Z”, kompetisi ini tidak sekadar menjadi arena adu argumentasi, tetapi juga ruang pembelajaran untuk mengasah logika, keberanian, serta pemahaman hukum di kalangan generasi muda.
Bahas Isu Aktual dan Dekat dengan Kehidupan
Dalam perlombaan ini, peserta akan dihadapkan pada delapan topik besar yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari isu penegakan hukum yang adil, hukuman mati, sistem zonasi pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga dampak penggunaan gadget dan persoalan pertambangan tanpa izin.
Topik-topik tersebut dirancang untuk mendorong pelajar tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Komitmen Kampus untuk Negeri
Ketua Panitia Pelaksana, Mutia Nada Kasturi, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjembatani dunia hukum dengan generasi muda.
“Kami ingin menjadikan ajang ini sebagai ruang bertumbuh. Tidak hanya melahirkan generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan keberanian menyuarakan kebenaran,” ujar Mutia Nada Kasturi.
Pendaftaran kompetisi ini telah dibuka dan akan ditutup pada 30 April 2026 pukul 00.00 WIB. Menariknya, seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara gratis.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Kampus
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Walikota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam mendorong generasi muda berpikir maju.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi bukti bahwa generasi muda harus peduli pada negeri. Mari kita dukung bersama,” ajaknya.
Hal senada disampaikan Bupati Solok, Dr. HC. Jon Firman Pandu, SH, yang berharap kegiatan ini menjadi pemantik kesadaran hukum di kalangan pelajar.
“Kita ingin ada jembatan antara dunia akademik dan praktik di lapangan. Generasi muda harus memiliki pemahaman hukum yang baik sejak dini,” kata Jon Firman Pandu.
Sementara itu, Rektor UMMY Solok, Dr. Rica Mega Sari, S.Pt, MP, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan seperti ini,” ungkapnya.
Kesempatan Emas untuk Pelajar
Selain menjadi ajang prestasi, Law Debate Competition 2026 juga menawarkan berbagai hadiah menarik dengan total jutaan rupiah bagi para pemenang.
Kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Solok yang tidak hanya cerdas berbicara, tetapi juga tajam berpikir dan berani menyuarakan kebenaran.
Kini, panggung telah disiapkan. Pertanyaannya, siapkah Generasi Z Solok mengambil peran dan menjadi bagian dari perubahan?. (Rd)











