7.topone.id – Kepala UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Djefrizal Amir, S.Sos, memberikan tanggapan tegas terhadap pemberitaan media online Sumbarkita.id berjudul “Mantan PNS di Panti Andam Dewi Solok Dilaporkan Lakukan KDRT dan Selingkuh dengan PSK” yang terbit pada Selasa (23/12/2025).
Djefrizal Amir menegaskan bahwa tudingan adanya hubungan terlarang di lingkungan PSKW Andam Dewi tidak berdasar dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, sistem pengawasan di panti sosial tersebut berjalan sangat ketat dan seluruh aktivitas petugas maupun kelayan binaan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.
“Interaksi antara petugas dan kelayan binaan merupakan bagian dari proses pembinaan dan pendampingan sosial. Semua berlangsung dalam pengawasan. Tidak ada ruang untuk terjadinya perselingkuhan seperti yang dituduhkan,” tegas Djefrizal Amir, Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan, PSKW Andam Dewi merupakan lembaga sosial yang memiliki tanggung jawab besar dalam membina perempuan dengan permasalahan sosial agar dapat kembali ke masyarakat secara mandiri dan bermartabat. Karena itu, seluruh aktivitas di lingkungan panti dilaksanakan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dan terukur.
Kepala PSKW Andam Dewi tersebut mengimbau media massa dan masyarakat agar menyikapi setiap informasi secara bijak dan berimbang, serta tidak membangun opini yang dapat merugikan lembaga sosial maupun individu tanpa dasar yang jelas.
“PSKW Andam Dewi memiliki misi sosial dan kemanusiaan. Kami berharap semua pihak dapat menghormati fungsi lembaga ini dan tidak mencederai kepercayaan publik melalui informasi yang tidak terverifikasi,” kata Djefrizal Amir.
Terkait persoalan rumah tangga yang melibatkan “E” dan “RH”, Djefrizal Amir menyampaikan bahwa upaya mediasi telah dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan dengan solusi terbaik bagi semua pihak.
Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh mahasiswa magang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Selama menjalani masa magang di PSKW Andam Dewi, para mahasiswa mengaku tidak pernah menemukan ataupun menyaksikan hal-hal negatif seperti yang berkembang dalam isu di luar.
Menurut mereka, persepsi negatif yang selama ini terbangun di sebagian masyarakat tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Justru, para mahasiswa melihat langsung bahwa tugas yang dijalankan Aparatur Sipil Negara (ASN) di PSKW Andam Dewi merupakan tugas mulia, dengan fokus pada pembinaan kelayan agar kembali menjalani kehidupan yang religius, bermartabat, serta dibekali keterampilan hidup (life skill) demi masa depan yang lebih baik.
Menanggapi dikaitkannya pemberitaan tersebut dengan persoalan rumah tangga mantan pegawai PSKW Andam Dewi, Djefrizal Amir menegaskan bahwa hal tersebut merupakan ranah pribadi dan tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan institusi.
“Masalah rumah tangga adalah urusan pribadi yang bersangkutan. Kami berharap hal ini tidak digiring seolah-olah menjadi persoalan kelembagaan,” ujarnya.
Sementara itu, mantan pegawai PSKW Andam Dewi berinisial “E” juga telah memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang beredar. Ia membantah keras tudingan perselingkuhan terhadap dirinya dan menyatakan bahwa isu tersebut muncul akibat kesalahpahaman dalam persoalan rumah tangga.
“E” mengakui sempat terjadi cekcok dengan istrinya berinisial “RH”, namun menegaskan tidak pernah melakukan perselingkuhan dengan kelayan binaan PSKW Andam Dewi. Ia menyebut lingkungan kerja yang terbuka serta diawasi secara ketat membuat tuduhan tersebut tidak masuk akal. (Rd)











