7.topone.id – Publik Kota Solok tengah dihebohkan oleh isu dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solok, Fauzi Rusli, dari Partai Golkar. Isu tersebut mencuat seiring bergulirnya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menimpa inisial “A”, seorang warga Kota Solok.
Fauzi Rusli dikabarkan diduga memiliki hubungan terlarang dengan istri A, yang diketahui juga bekerja di Sekretariat Partai Golkar Kota Solok. Dugaan perselingkuhan inilah yang disebut-sebut menjadi pemicu konflik rumah tangga hingga berujung pada tindakan KDRT, yang kini ditangani pihak kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun 7.topone.id, A mengaku telah lama mencurigai adanya hubungan tidak wajar antara sang istri dan Fauzi Rusli. Kecurigaan tersebut bermula dari intensitas komunikasi melalui pesan singkat yang dinilai menggunakan bahasa tidak pantas antara keduanya.
Sebagai kepala keluarga, A disebut telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik. Ia mengaku telah memperingatkan sang istri dan Fauzi Rusli agar menghentikan hubungan yang dinilainya melanggar norma dan merusak kehormatan rumah tangga masing-masing.
Namun, upaya tersebut dikabarkan tidak membuahkan hasil. Hubungan terlarang itu disebut tetap berlanjut. Bahkan, A mengaku sempat mendatangi orang tua Fauzi Rusli, yang dikenal sebagai seorang buya dan tokoh adat, serta menjabat sebagai Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Solok. Langkah tersebut diambil dengan harapan agar persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Tak hanya itu, A juga disebut mendatangi istri toko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Solok (Fauzi Rusli) tersebut untuk menyampaikan persoalan yang terjadi, demi menjaga keutuhan dan kehormatan rumah tangga masing-masing pihak.
Selain itu, A juga mengungkapkan bahwa Fauzi Rusli pernah mengakui perbuatannya sekaitan perselingkuhan dengan istri A tersebut dan juga meminta maaf kepada A.
Puncaknya, A dikabarkan sempat melabrak Fauzi Rusli di Sekretariat Partai Golkar Kota Solok, bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang dihadiri sejumlah petinggi partai.
Tekanan psikologis akibat persoalan tersebut akhirnya memicu emosi A hingga terjadi tindakan KDRT, yang kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Saat ini, A harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Kasus ini pun menuai sorotan tajam dari masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa seorang pejabat publik, terlebih pimpinan lembaga legislatif, seharusnya mampu menjaga sikap dan menjadi teladan bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sumbar, Khairunas, saat mendampingi Ketum Apkasi menyalurkan bantuan bencana ke Kabupaten Solok, 18 Desember 2025 lalu, kepada 7.topone.id mengungkapkan bahwa DPD Golkar Sumbar belum mengetahui, dan menerima surat masuk sekaitan persoalan tersebut.
Ketua DPC Golkar Kota Solok, Hj. Nurnisma, SH saat dihubungi media ini untuk dimintai keterangan sekaitan rumor tak sedap yang melibatkan kader Golkar Kota Solok itu, juga belum menjawab dan memberikan keterangan.
Salah satu tokoh masyarakat Kota Solok, yang juga mantan Anggota DPRD Kota Solok, Jhoni Firdaus, melalui akun Facebook-nya (Komentar) berharap agar pihak lembaga terhormat tersebut menyikapi demi terwujudnya kehidupan sosial masyarakat yang aman, tentram dan tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat Kota Solok.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Fauzi Rusli maupun pihak Partai Golkar Kota Solok terkait isu dugaan perselingkuhan tersebut. (Rd)











