Egi Novembra, korban penganiayaan puluhan OTK di Nagari Batu Banyak Lembang Jaya Kabupaten Solok, saat dirawat di RSUD M. Natsir
7.topone.id – Naas bagi warga Jorong Simpang Silayo Tanang Nagari Bukit Sileh Kecamatan Jaya Kabupaten Solok, Egi Novembra (34) telah menjadi korban Orang Tak Dikenal (OTK) di Nagari Batu Banyak Kecamatan Lembang Jaya, Rabu malam (18/12/2024) lalu.
Selain Egi Novembra, tiga orang lainnya yang bersama Egi Novembra warga Kampung Batu Dalam pun menjadi korban penganiayaan lebih kurang 20 orang OTK di Nagari Batu Banyak tersebut.
Kepada 7.topone.id, Sabtu (21/12/2024), saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Natsir Solok akibat penganiayaan kelompok OTK itu, mengungkapkan bahwa dirinya bersama 3 orang lain mendapatkan perlakuan penganiayaan dari kelompok OTK di Nagari Batu Banyak pada Rabu malam (18/12/2024) lalu.
“Saya dan 3 orang lainnya dari Kota Solok menuju Selayo Tanang sekitar jam 23.00 WIB. Sepanjang perjalanan kami tidak pernah menyenggol kendaraan ataupun orang lain,” kata Egi Novembra.
Ketika kami sudah memasuki Nagari Batu Banyak, lanjutnya, ada 3 orang pemuda satu kendaraan (N-Max) melihat kendaraan kami (Truk colt diesel) dan langsung menjalankan N-Max secara pelan-pelan di depan kendaraan kami.
“Sepanjang pendakian menjelang Kantor Walinagari Batu Banyak, mereka tidak memberi jalan kepada kami untuk mendahului mereka. Dalam situasi seperti itu, muncul pula satu orang lagi memakai motor Kharisma,” paparnya.
Diungkapkannya, karena mereka tidak memberi kendaraan kami jalan untuk mendahului mereka, timbul kekhawatiran kami apa maksud mereka berbuat seperti itu, apalagi jam sudah menunjukkan sekira 12.00 WIB.
“Lewat Balai Batu Banyak (Depan Kantor Walinagari) mereka menghalangi jalan dengan memarkir motor N-Max tersebut di tengah jalan, sehingga kami tidak bisa melanjutkan perjalanan kami menuju Selayo Tanang dan Kampung Batu Dalam,” terangnya.
Dikatakannya, setelah motor N-Max tersebut digeser mereka ke pinggir jalan kami langsung tancap gas, namun mereka memanggil kami untuk memberhentikan kendaraan kami. Dan kami pun memberhentikan kendaraan kami.
Setelah berhenti, imbuhnya, saya dan kakak saya Akber Maulana (33), turun untuk menemui mereka. Namun entah mengapa tiba-tiba datang secara beramai-ramai teman-temannya dan berniat tidak baik kepada kami.
“Melihat situasi tidak baik dan keselamatan kami terancam karena mereka mengeluarkan kata-kata provokasi, akhirnya saya meminta kakak saya untuk naik ke kendaraan untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah di Selayo Tanang dan Kampung Batu Dalam,” sebutnya.
Setelah kami menaiki kendaraan kami, dijelaskan Egi Novembra, kami ditarik oleh OTK tersebut untuk turun dari kendaraan kami sehingga tangan saya lecet. Setelah kami tancap gas kendaraan kami langsung dilempari batu oleh puluhan OTK tersebut.
“Sepanjang Nagari Batu Banyak mereka memburu dan melempari kendaraan kami dengan batu. Di perbatasan Batu Banyak dengan Nagari Koto Laweh kendaraan kami berhentikan, bahkan motor OTK yang memburu kami ada yang menabrak kendaraan kami,” ungkapnya lagi.
Disaat itu, tambah Egi Novembra, ada yang melempari kami dengan batu sehingga saya mendapatkan luka-luka di bagian wajah. Selain itu, Muhammad Arshaka Algyfari (7) anak dari Akber Maulana pun luka dan menjadi korban pelemparan batu dari puluhan OTK tersebut.
Usai kejadian tersebut, dalam keadaan bersimbah darah Egi Novembra bersama yang lainnya mendatangi Polsek Lembang Jaya untuk membuat Laporan Polisi (LP). Selanjutnya Egi Novembra dan yang lainnya mendatangi salah satu klinik terdekat, namun pihak klinik itu meminta untuk mendatangi RS di Kota Solok atau Puskesmas terdekat untuk divisum.
Pada 7.topone.id, Egi Novembra mengakui bahwa dirinya tidak ada masalah dengan siapa pun di Nagari Batu Banyak itu bahkan di nagari lainnya, namun dirinya mendapatkan perlakuan penganiayaan dari OTK.
Sementara itu, Kepala Polsek Lembang Jaya, AKP Hendri, SH melalui handphone pribadinya pada 7.topone.id menjelaskan bahwa masalah tersebut pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi.
“Untuk sementara, perkara tersebut bukan perkara pembegalan, namun penganiayaan,” jelas AKP Hendri.
Sementara itu, Wali Jorong Simpang Silayo Tanang Nagari Bukit Sileh, Romi Adi Putra berharap pada pihak kepolisian agar secepatnya mengungkap OTK yang meresahkan para pengendara yang melintas di Nagari Batu Banyak itu.
“Semoga kepolisian bisa secepatnya menangkap para pelaku penganiayaan itu. Jika dibiarkan, kejadian seperti ini bisa memicu perselisihan antar nagari jika tidak ada yang bertanggungjawab atas penganiayaan ini,” kata Romi Adi Putra.
Ia berharap, kejadian seperti ini tidak terulang lagi sehingga pengendara nyaman berlalu lintas di Nagari Batu Banyak, karena Nagari Batu Banyak itu adalah akses lalu lintas antara Kota Solok, Koto Laweh, Bukit Sileh dan sekitarnya. (Rd)











