7.topone.id – Upaya pelestarian budaya lokal terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok di tengah arus globalisasi yang kian masif. Salah satunya melalui dukungan terhadap kegiatan “Mangulipah” yang digelar para tuo silek se-Solok Raya di Lapangan Hijau Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam mempererat silaturahmi antar sasaran silek sekaligus menjaga eksistensi silek sebagai warisan budaya Minangkabau yang sarat nilai filosofi, etika, dan jati diri masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Marcos Sophan, S.Pt, M.Si, menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif para tuo silek dalam melestarikan kesenian tradisional tersebut.
Menurutnya, silek bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya masyarakat .
“Pelestarian silek merupakan langkah konkret dalam memperkuat identitas lokal di tengah tantangan homogenisasi budaya global. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan silek dalam berbagai iven daerah, seperti Festival Lima Danau dan kegiatan pariwisata lainnya,” ujar Marcos Sopan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan sasaran silek juga memiliki dampak positif dalam pembinaan generasi muda. Melalui kegiatan ini, anak nagari tidak hanya belajar seni bela diri, tetapi juga nilai disiplin, kebersamaan, serta terhindar dari berbagai penyakit sosial.
Sementara itu, panitia pelaksana kegiatan, Syaipul, menjelaskan bahwa “Mangulipah” memiliki empat rangkaian utama. Dimulai dengan “Mancacak Galanggang” sebagai pembukaan oleh tuo silek, dilanjutkan dengan penampilan silek “buah masak” oleh generasi muda, serta “buah ranum” oleh para tuo silek.
Puncak kegiatan adalah prosesi “Ma anta guru/Mangulipah”, yaitu musyawarah bersama untuk menentukan pemimpin tuo silek ke depan sebagai simbol kesinambungan tradisi.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Solok berharap nilai-nilai budaya lokal tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan di Solok Raya. (Rd)











