Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

News · 17 Mar 2022 WIB ·

Melatih Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggunting Melipat dan Menempel


 Melatih Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggunting Melipat dan Menempel Perbesar

Oleh: Sepriani Alma
RA. Al-Qur’an Kota Solok

Abstrak

Berdasarkan pengamatan perkembangan anak di RA. Al-Qur’an Kota Solok Sumatera Barat (Sumbar), khususnya Kelompok Semangka ditemukan adanya kendala pada
kegiatan motorik halus yaitu sebagian besar anak masih kesulitan dalam melakukan kegiatan motorik halus, khususnya melipat atau origami.

Ada beberapa anak yang enggan untuk melakukan kegiatan motorik halus, ada juga yang menangis sehingga hasil belajar anak kurang optimal. Hasil belajar anak ini dapat berupa angka, huruf dan hasil belajar yang dicapai kurang memenuhi target. Dari 12 anak yang terdiri dari 6 putra dan 6 putri, yang dapat melakukan kegitan melipat tanpa dibantu hanya 2 anak.

Ketika guru sedang menerangkan langkah untuk melipat anak ditanya apakah sudah bisa atau belum, hampir semua anak menjawab sudah. Tetapi, ketika diminta mengerjakan ternyata masih banyak yang kesulitan. Maka untuk meningkatkan penguasaan gerak motorik halus, peneliti menggunakan kegiatan menggunting, melipat
dan menempel dengan teknik yang tepat dan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dituangkan dalam sebuah judul “Melatih Kemampuan Motorik Halus Anak
Melalui Kegiatan M3 (Menggunting, Melipat, dan Menempel) pada Anak Kelompok Semangka di RA. Al-Qur’an Kota Solok”.

Kata Kunci: Motorik Halus, Menggunting, Melipat, Menempel, Anak Usia Dini 

Undang Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional pada pasal 1 ayat 14 menyatakan bahwa, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai 6 tahun, yang dilakukan melalui pemberian ransangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan
perkembangan fisik dan psikis agar anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut.

 

Menurut pendapat Sujiono (2008:1.14), motorik halus adalah gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja, dan dilakukan oleh otot-otot kecil seperti keterampilan menggunakan jari jemari tangan dan gerakan pergelangan tangan yang tepat melipat, mewarnai, menggambar, melukis menggunting, menempel dan
meronce.

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart (Rochiati Wiriaatmadja, 2005:66), yang merupakan pengembangan dari model Kurt Lewin. Dalam penelitian menunjukkan kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu, untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. Tindakan ini dilakukan dengan sengaja dengan tujuan tertentu.

Kelas dalam hal ini bukanlah ruang kelas, melainkan sekelompok anak yang dalam waktu yang sama dan pembelajaran yang sama. Penelitian ini
digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Penelitian ini dilaksanakan di RA Al-Qur’an Kota Solok. RA Al-Qur’an Kota Solok berada di pusat Kota Solok, dan masyarakat utamanya bekerja sebagai pegawai baik pemerintah atau swasta. Selain itu, banyak yang bekerja sebagai pedagang di pasar. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan tiga kali pertemuan dalam
tiga siklus.

Pertemuan pertama, Siklus I dilaksanakan pada tanggal 21 September 2021, pertemuan kedua Siklus II dilaksanakan pada tanggal 28 September 2021. Proses pembelajaran di RA Al-Qur’an Kota Solok dilaksanakan setiap hari senin sampai dengan kamis, dimulai dari pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 12.00 WIB.

Hari jumat dan sabtu 07.30 WIB, dan berakhir pukul 10.30 WIB. Fasilitas yang dimiliki seperti 7 ruang kelas yang nyaman dan setiap kelas ada kamar kecil/wc. Selain itu RA. Al Qur’an Kota Solok juga memiliki ruang
aula, halaman bermain yang luas dan lainnya.

Subyek pada penelitian ini adalah Kelompok B (Semangka) yang jumlahnya adalah 12 anak, yang terdiri dari 6 anak perempuan dan 6 anak laki-laki.

Berdasarkan hasil perolehan pratikum hanya ada 2 anak yang berkembang sesuai harapan (Tuntas). Hasil rata-rata presentase mendapat hanya 16,66 % saja, maka peneliti merencanakan tindakan sebanyak 3 siklus untuk mendapatkan hasil perolehan sebesar 80 % secara klasikal.

Siklus I, Tahap I Perencanaan Tindakan I, dimana siklus I direncanakan dalam satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 270 menit tiap kali pertemuan, yang menyiapkan instrumen yang meliputi lembar penilaian pemberian tugas dalam kegiatan, menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) dengan Tema Tanaman Sub Tema Tanaman buah sub-sub tema Jeruk, menyiapkan LKPD buah Jeruk, rencana kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan penutup.

Tahap 2, Pelaksanaan Tindakan I, dimana tahap pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam hari dengan satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 270 menit, dengan menyiapkan (RPPH).

Proses Pembelajaran Kelompok B (Semangka)

Guru mengadakan penelitian di Kelompok B (Semangka) dari hari Rabu tanggal 21 September 2021, di mulai pukul 7.30–12.00 WIB. Siklus I Pertemuan I, dimana dikegiatan awal anak-anak berbaris sebelum masuk kelas dan berjalan pada garis lurus, kemudian anak sholat dhuha dan privat iqra’.

Dikegiatan pembukaan dengan mengucapkan salam dan do’a sebelum belajar, guru melakukan absensi, guru menganjak anak bercakap-cakap tentang jenis-jenis jeruk dengan menampilkan Media Sumber Belajar (MSB) tentang jeruk berupa vidio, sambil diselingi dengan tanya jawab. Guru juga mengenalkan dan mendemonstrasikan cara melipat origami menjadi bentuk jeruk.

Pada kegiatan inti, anak diberi tugas menggunting, melipat dan menempel bentuk jeruk. Kegiatan lainnya menghitung buah jeruk dan mencari angka sesuai dengan banyak jeruk tersebut. Kegiatan ketiga menulis tulisan jenis-jenis jeruk dengan loosepart (batu, kulit kerang, kancing baju dll). Pada kegiatan akhir, guru
melakukan diskusi dengan anak tentang kegiatan yang dilakukan anak hari ini, dan berdo’a mau pulang serta anak bersalaman dan anak-anak pulang.

Tahap 3, Tindakan Observasi I, dimana hasil penilaian pemberian tugas peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan M3 (Menggunting, Melipat dan Menempel).

Tahap 4, Refleksi Tindakan siklus I, berdasarkan data yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan pada siklus I dengan Kegiatan M3, adanya peningkatan dalam kemampuan motorik halus anak. Anak tampak senang dan tidak bosan belajar ,dan anak juga aktif melaksanakan kegiatan. Masing-masing aspek mengalami peningkatan dari target yang telah ditentukan. Pada hasil karya juga mengalami peningkatan dari 16.66 % menjadi 41.75 %, jadi mengalami peningkatan 25.09 %. Maka dilanjutkan
dengan siklus II dengan presentase perolehan sebesar 80 %.

Siklus 2, Tahap 1, Perencanaan Tindakan II, dimana siklus II direncanakan dalam satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 270 menit tiap kali pertemuan,
menyiapkan instrument yang meliputi lembar pemberian tugas dalam kegiatan bermain Melipat Menggunting, dan Menempel. Menyiapkan RPPH dengan Tema Tanaman/sub
tema Tanaman sayuran, menyiapkan LKPD bentuk lipatan jamur. Rencana kegiatan Belajar mengajar yang dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu kegiatan awal, kegiatan
inti, kegiatan penutup.

Tahap 2, Pelaksanaan Tindakan II, tahap pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam hari dengan satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 270 menit dengan menyiapkan (RPPH).

Proses Pembelajaran Kelompok B (semangka)

Guru mengadakan penelitian di kelompok B (semangka) dari hari Kamis tanggal 29 Oktober 2021, di mulai pukul pukul 7.30–12.00 WIB. Siklus II Pertemuan 2, dimana pada kegiatan awal anak-anak berbaris, bersenam, mengulangi Asmaul Husna sebelum masuk kelas dan melompat, kemudian anak sholat dhuha dan privat iqra’.

Dikegiatan pembukaan dengan mengucapkan salam dan do’a sebelum belajar, guru melakukan absensi, guru menganjak anak bercakap-cakap
tentang jenis-jenis sayuran dengan menampilkan MSB tentang jenis-jenis sayuran berupa vidio, sambil diselingi dengan tanya jawab. Guru juga
mengenalkan dan mendemonstrasikan cara melipat origami menjadi bentuk jamur.

Pada kegiatan inti anak diberi tugas menggunting, melipat dan menempel bentuk jamur. Kegiatan lainnya memasak cemilan berupa jamur krispi.
Pada kegiatan akhir guru melakukan diskusi dengan anak tentang kegiatan yang dilakukan anak hari ini, dan berdo’a mau pulang serta anak bersalaman dan anak-anak pulang.

Tahap 3, Observasi II, dimana hasil penilaian pemberian tugas peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan M3.

Tahap 4, Refleksi Tindakan Siklus II, berdasarkan data yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan pada siklus II dengan Kegiatan M3, adanya peningkatan dalam kemampuan motorik halus anak. Anak tampak senang dan tidak bosan belajar dan anak juga aktif melaksanakan kegiatan. Masing-masing aspek mengalami peningkatan dari target yang telah ditentukan.

Pada hasil karya juga mengalami peningkatan dari 58,34 % menjadi 83,33, jadi mengalami peningkatan 24,99%. Pada siklus III sudah mengalami peningkatan 83,33 %, sehingga cukup berhenti sampai di siklus III ini karena 10 anak dari 12 orang anak sudah di katakan berhasil yaitu Berkembang Sesuai Harapan (BSH).

Pembahasan Hasil Penelitian

Kemampuan anak dalam mengetahui dan mampu menyelesaikan masalah, dan memecahkan masalah yang dihadapai sehari–hari dengan cara yang kreatif, sehingga kemampuan
anak dapat berkembang sesuai harapan. Dalam penelitian ini akan dibahas masalah yang dihadapi adalah dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok
Semangka di RA. Al-Qur’an Kota Solok, melalui kegiatan M3.

Kegiatan ini tidak terkait kepada kemampuan motorik halus anak saja tapi juga akan terkait dengan kemampuan kognitif, sosial emosional anak, dimana anak akan
melatih kognitifnya dalam menyelesaikan semua kegiatannya, dan juga akan melatih kesabaran anak dalam mengerjakan setiap lipatan sehingga menjadi bentuk yang
diinginkannya. Karena dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara menarik, bervariasi dan menyenangkan bagi anak.

Berdasarkan nilai perkembangan anak sebelum diberikan tindakan, diketahui bahwa kemampuan motorik halus anak sangat rendah tingkat perkembangannya yang hanya
mencapai sekitar 16 %, yaitu sekitar 2 orang anak saja yang mempunyai kemampuan motorik halus yang cukup baik.

Melihat kondisi demikian ini, peneliti
menggunakan kegiatan M3 maka terjadi peningkatan secara bertahap mulai siklus pertama meningkat menjadi sekitar 41,67 % atau 5 anak. Kemudian dilakukan penelitian ulang pada siklus kedua terjadi peningkatan menjadi sekitar 58,34 %, yaitu sekitar 7 orang anak. Mengulang sampai
indicator keberhasilan yaitu 80 % pada siklus tiga mendapatkan 83,33%, yaitu sebanyak 10 anak dari 12 orang anak yang mendapatkan nilai (BSH).

Berdasarkan hasil penelitian diatas, diketahui ada peningkatan kemampuan kognitif pada anak yang dilihat dari kondisi awal 16,67 %, siklus 1 41,67 %, siklus II 58,34 %, dan siklus III 83,33 %, sehingga prosentase kenaikan dari siklus I ke siklus II adalah 16,59 %. Kemudian kenaikan prosentase dari siklus II ke siklus III mengalami peningkatan 24,59 %.

Keberhasilan penelitian dapat terlihat setelah menunjukkan adanya kesesuaian antara teori dengan hasil penelitian. Hal ini dapat terlihat dalam proses pembelajaran anak dalam kegiatan M3 yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok semangka RA.
Al-Qur’an Kota Solok. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan M3 dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok
semangka RA. Al-Qur’an Kota Solok.

Kesimpulan

Penelitian tindakan kelas yang berjudul “Melatih Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan M3 (Menggunting, Melipat, dan Menempel) Pada Anak Kelompok Semangka di RA. Al-qur’an kota Solok”. Dilakukan 3 kali pertemuan, siklus I pada tanggal 21 September 2021, siklus II tanggal 28 September 2021, telah meningkatkan kemampuan motoric halus anak.

Kegiatan M3, dengan Tema Tanaman, pada Siklus I Sub Tema Tanaman buah dengan melipat bentuk jeruk, Siklus II Sub Tema Tanaman sayur melipat bentuk jamur. Anak kelompok Semangka RA. Al-Qur’an Kota Solok sangat senang mengerjakannya
sehingga 10 dari 12 orang anak berhasil (BSH)

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Femawati, Risa. Skripsi. 2011. Upaya Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Permainan Melipat Kertas. Surakarta: UMS. Aini, Alqur’atul. Skripsi. 2010. Upaya Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Bermain Melipat, Menggunting, Menempel di TK NGUTER. Surakarta: UMS
Dini P. Daeng Sari. (1996). Metode Mengajar di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Depdikbud.

Mistriyanti. (2012). Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini. Diakses dari http://haurasyalsabila.blogspot.com pada tanggal 8 November 2013, jam 15.00 WIB. Suratno. (2005). Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas. Sujati. (2000). Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: UNY. ***

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Walikota dan Wawako Solok Hadiri Tabligh Akbar Nada Dakwah Bersama Ustad Derry Sulaiman

23 February 2024 - 04:46 WIB

Diduga Terlibat Politik Praktis, Baznas Kota Solok Ditantang Transparan ke Publik

22 February 2024 - 06:49 WIB

Kembali Diamanatkan, Amrinof Dias Datuak Ula Gadang Dianggap Pantas Jabat Pimpinan DPRD Kota Solok

21 February 2024 - 07:48 WIB

Walikota Solok Buka Rakor TP PKK Tahun 2024

20 February 2024 - 19:45 WIB

Pemko Solok Pastikan Donasi untuk Palestina Segera Disalurkan

20 February 2024 - 13:39 WIB

Walikota Ajak Warga Kota Solok untuk Gunakan Hak Pilih ke TPS 14 Februari 2024

13 February 2024 - 21:27 WIB

Trending di News