Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Hukum · 29 May 2024 WIB ·

Anak Emas Bupati Solok Romi Febriandi Dilaporkan Masyarakat ke Kejari, Ini Alasannya


 Anak Emas Bupati Solok Romi Febriandi Dilaporkan Masyarakat ke Kejari, Ini Alasannya Perbesar

7.topone.id – Mantan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Solok sekaligus Walinagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok, Romi Febriandi, S.Pd dilaporkan masyarakatnya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Solok, Selasa (21/05/2024). Anak emas Bupati Solok Epyardi Asda tersebut dilaporkan atas dugaan tindak pidana korupsi dan penyelewengan anggaran di Nagari Sirukam.

Dalam laporan ke Kejari Solok tersebut, berkas pelaporan ditandatangani oleh masyarakat sebanyak 22 orang, dan dilengkapi dengan sejumlah barang bukti. Walinagari Romi Febriandi, S.Pd diduga melakukan tindak pidana korupsi dan penyelewengan anggaran terkait empat hal.

Pertama, Pembukaan Jalan Usaha Tani Rimbo Rangik, Jorong Kubang Nan Duo, Nagari Sirukam, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, dengan anggaran sebesar Rp104.185.000. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Desa (DD).

Dimana pelaksanaan pembukaan Jalan Usaha Tani Rimbo Rangik Jorong Kubang Nan Duo Nagari Sirukam tertuang pada Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Tahun 2023, tentang RKP Pemerintah Nagari Sirukam, terindikasi penyelewengan keuangan pada kegiatan itu diduga tidak sesuai dengan realisasi yang nyata, dilihat didengar dan dialami sendiri oleh masyarakat di lapangan.

Hal tersebut didukung adanya fakta dan informasi serta kondisi lapangan sebagai berikut, (a). Pembentukan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dibentuk tidak memenuhi unsur (Tidak sesuai dengan Peraturan Bupati Solok Nomor 31 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa di nagari, pasal 12).

(b). Personil TPK semuanya diisi oleh perangkat nagari/aparatur nagari tanpa melibatkan unsur masyarakat (Tidak sesuai dengan Peraturan Bupati Solok Nomor 31 Tahun 2020, pasal 12 ayat 1 dimana TPK terdiri dari Ketua Iswandi yang menjabat sebagai Kepala Jorong Koto Tingga. Sekretaris Adris Pelandri yang menjabat sebagai Kepala Jorong Kubang Nan Duo, sedangkan anggota Yola Gustia Sari salah satu staf di Kantor Walinagari Sirukam.

(c). Kegiatan Pembukaan Jalan Usaha Tani Rimbo Rangik Jorong Kubang Nan Duo Nagari Sirukam Inputan SPJ pada aplikasi Sistem Keuangan Desa (Seskeudes) sudah dilaksanakan pada akhir tahun 2023, maka pengerjaan kegiatan tersebut dianggap selesai. Tapi faktanya, pengerjaan kegiatan itu dilaksanakan pada Bulan Februari 2024.

(d). Dalam pelaksanaan realisasi keuangan berdasarkan RAB, kegiatan tersebut terdapat banyak penyelewengan keuangan. Pada RAB tertulis Bahan Bakar Minyak (BBM) Dexlite, pada kenyataannya dibeli dan dipakai BBM Solar (Keterangan Joni Eka Putra Kubang Nan Duo).

Dalam pelaporan hal ini, faktur pembelian Dexlite dipalsukan stempel SPBU PT. Pandan Jauh Kota Solok (Keterangan Rani Sugesti Jorong Kubang Nan Duo). Dalam poin Pekerja PK alat sebesar Rp3 juta dalam RAB, kegiatan tidak pernah dilaksanakan.

Kedua, Kegiatan Lanjutan Pembangunan Balai Adat Nagari Sirukam dengan anggaran sebesar Rp150.000.000), yabg bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Berdasarkan Surat Keputusan SK Bupati Solok Nomor: 910-361-2023 tentang perubahan ketiga tentang Alokasi Dana BKK tanggal 23 November 2023, dinyatakan bahwa Nagari Sirukam memperoleh Alokasi Dana untuk kegiatan Pembangunan Balai Adat sebesar Rp150 juta dari Pemerintah Kabupaten Solok.

(a). Pembentukan TPK dibentuk tidak memenuhi unsur (Tidak sesuai dengan Peraturan Bupati Solok Nomor 31 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa di nagari, pasal 12).

(b). Personil TPK semuanya diisi oleh perangkat nagari/aparatur nagari tanpa melibatkan unsur masyarakat (Tidak sesuai dengan Peraturan Bupati Solok Nomor 31 Tahun 2020, pasal 12 ayat 1). Dimana TPK tersebut terdiri dari Ketua Mafelda yang menjabat sebagai Kepala Jorong Gantiang, Sekretaris Karpionis menjabat sebagai Kepala Jorong Lubuk Pulai, sedangkan anggota Delfi Nofrita salah satu staf di Kantor Walinagari Sirukam.

(c). Kegiatan Pembangunan Balai Adat Nagari Sirukam Inputan SPJ pada aplikasi Seskeudes sudah dilaksanakan pada akhir tahun 2023, maka pengerjaan kegiatan tersebut dianggap selesai. Tapi faktanya, pengerjaan kegiatan tersebut dilaksanakan pada Bulan Februari 2024.

(d). Dalam pengukuran ulang ditemukan kekurangan volume yang seharusnya sesuai RAB dan gambar (31 meter kubik), ternyata terealisasi hanya 20 meter kubik. Untuk menyikapi keadaan ini karena secara administrasi Seskeudes, pengerjaan kegiatan ini dilaporkan sesuai RAB dan gambar dengan merubah RAB dan gambar, untuk menutupi kekurangan tersebut.

Ketiga, dugaan penyalahgunaan Dana Kredit Mikro Nagari (KMN) sebesar Rp200.000.000. Dimana dana KMN Sirukam yang selama ini mengendap di Bank Nagari Rekening Rp200 juta atas nama KMN Sirukam.

Berdasarkan hasil Musyawarah Nagari (Musna) Sirukam dana yang mengendap tersebut ditarik kembali untuk diserahkan ke Badan Usaha Milik Nagari BUMNag Sirukam. Tapi pada kenyataannya dana tersebut belum juga diserahkan ke BUMNag Sirukam (Keterangan Rani Sugesti), dimana dana tersebut seharusnya diserahkan ke BUMNag malah diselewengkan pemakaiannya oleh Walinagari Sirukam dan jajarannya (Masuk ke Rekening Sekretaris Nagari Sirukam Megi Setrivo).

Keempat, Indikasi Penyelewengan Dana Covid-19 tahun 2020 dan 2021.

Berdasarkan empat hal di atas, kami sebagai tokoh masyarakat Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok bermohon pada Kepala Kejari Solok agar menyelidiki/memeriksa pengelolaan dana program tersebut guna melakukan langkah hukum dan atau penindakan agar adanya efek jera.

Demikianlah laporan kami sampaikan kepada bapak, kami berharap agar laporan atau aduan yang disertai permintaan ini dapat segera ditindaklanjuti demi terjadinya perubahan yang lebih baik di Nagari Sirukam.

Usai melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dan penyelewengan ke Kejari Solok, Hendri Naldi, salah satu pelapor mengungkapkan bahwa empat item itu baru sebagian kecil dari sejumlah dugaan pelanggaran oleh Walinagari Romi Febriandi.

“Masih banyak dugaan pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh Walinagari Sirukam Romi Febriandi tersebut,” ungkap Hendri Naldi.

Hendri Naldi menyebutkan bahwa 22 orang yang menandatangani pelaporan ke Kejari Solok ini, baru sebagian kecil dari perwakilan masyarakat Nagari Sirukam, yang sudah gerah dengan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Walingari. Hendri Naldi juga mengingatkan bahwa pelaporan Walinagari Sirukam tersebut tidak ada unsur kepentingan pribadi.

“Kita berharap dengan adanya laporan tersebut Kejari Solok secepatnya untuk ditindaklanjuti. Hal ini juga sebagai bentuk peringatan bagi masyarakat Nagari Sirukam, untuk tidak main-main dengan anggaran dan hal ini dilakukan untuk perubahan nagari ke yang lebih baik,” jelasnya.

Dalam salah satu item laporan, yakni kegiatan Pembukaan Jalan Usaha Tani Rimbo Rangik Jorong Kubang Nan Duo Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok dengan anggaran sebesar Rp104.185.000, yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD), kegiatan itu diduga tidak sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Solok Nomor 31 Tahun 2020, tentang tatacara pengadaan barang dan jasa di nagari (Pasal 12).

Kemudian, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), semuanya diisi oleh perangkat nagari/aparatur nagari tanpa melibatkan unsur masyarakat lain di Nagari Sirukam. Kegiatan Pembukaan Jalan Usaha Tani tersebut seharusnya dilaksanakan tahun 2023, namun faktanya kegiatan itu dilaksanakan tahun 2024.

Lalu, terdapat banyak penyelewengan keuangan, seperti pada RAB terdapat untuk bahan bakar digunakan Dexlite, namun faktanya yang dibeli justru BBM Solar bersubsidi. Bahkan pelaksanaan kegiatan itu diduga memalsukan stempel PT. SPBU Pandan Jauh Kota Solok.

Sementara itu, Walinagari Sirukam tersebut, Romi Febriandi yang dikonfirmasi wartawan melalui handphone pribadinya mengaku sedang sakit.

“Nanti, kalau sudah agak lumayan (dari sakit), nanti saya komentari,” ujarnya. (Rd)

Artikel ini telah dibaca 458 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Terjawab Sudah, Gerindra Dukung Ramadhani Kirana Putra dan Suriadi Nurdal

16 July 2024 - 14:47 WIB

Terendah se-Sumbar, 87.750 Warga Kabupaten Solok Tak Miliki Jaminan Kesehatan

16 July 2024 - 09:46 WIB

Rekom Gerindra untuk Pilkada Sumbar 2024 Terbit, Siapa yang Berbohong

12 July 2024 - 20:42 WIB

Tak Ada Baliho Wakil Bupati Solok, Masyarakat Menilai Tanda Gambar Emiko Dipersiapkan untuk Pilkada 2024

10 July 2024 - 23:51 WIB

KPU Kabupaten Solok Gelar Rakor Jelang PSU Anggota DPD Provinsi Sumbar

6 July 2024 - 19:57 WIB

UHC Terendah, Gubernur Sumbar Harapkan Kabupaten Solok Bersinergi dengan Pemprov

5 July 2024 - 22:30 WIB

Trending di News